Tic facialis atau kedutan pada wajah merupakan kondisi yang ditandai dengan kontraksi otot wajah yang terjadi secara tidak terkendali dan berulang. Kedutan ini umumnya muncul pada satu sisi wajah, dimulai dari area sekitar mata, lalu dapat menyebar ke pipi hingga mulut. Meskipun sering dianggap sepele, tic facialis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, memengaruhi kemampuan berbicara, melihat, hingga menurunkan rasa percaya diri penderitanya karena gerakan wajah yang sulit dikendalikan.
Salah satu metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah tindakan Microvascular Decompression (MVD). Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pembuluh darah pada saraf wajah yang menjadi penyebab utama kedutan. Tindakan MVD dapat dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, atau yang akrab dikenal sebagai Dr. Joy, dokter spesialis bedah saraf di Mandaya Royal Hospital Puri yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan saraf, termasuk tic facialis.
Belum lama ini, Dr. Joy melakukan tindakan MVD untuk membantu seorang pasien bernama Ibu Jammah yang berusia 67 tahun. Ibu Jammah telah lama mengalami tic facialis yang menyebabkan kedutan terus-menerus pada wajahnya. Melalui prosedur MVD yang dilakukan oleh tim medis di Mandaya Royal Hospital Puri, kondisi tersebut ditangani dengan tujuan mengurangi bahkan menghilangkan kedutan yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-harinya.
“Begitu keluar dari kamar operasi, kedutannya langsung berhenti. Mata dan mulut sudah tidak goyang lagi. Sekarang sudah tidak ada keluhan lagi,” ucap Ibu Jammah dengan bahagia.
Contents
Penjelasan mengenai tic facialis dari Dr. Joy

Tic facialis merupakan kondisi gangguan saraf yang menyebabkan kedutan tidak terkendali pada satu sisi wajah. Kedutan ini biasanya dimulai dari kelopak mata, kemudian dapat menyebar ke pipi, sudut bibir, hingga area wajah lainnya jika kondisi semakin berat.
Menurut Dr. Joy kondisi ini terjadi karena adanya pembuluh darah yang menekan saraf wajah.
“Penyakit hemifacial spasm atau tic facialis adalah kondisi di mana terjadi kedutan pada wajah di satu sisi. Kedutan bisa muncul di kelopak mata, pipi, hingga sudut bibir. Penyebabnya karena pembuluh darah menempel pada saraf wajah sehingga denyutannya memicu reaksi saraf yang terlihat sebagai kedutan,” kata Dr. Joy.
Seiring waktu, tekanan dari pembuluh darah tersebut dapat membuat kedutan semakin sering dan semakin kuat. Bahkan, pada beberapa pasien, kedutan bisa tetap terjadi saat sedang beristirahat atau tidur sehingga sangat mengganggu kualitas hidup.
Pengalaman Ibu Jammah: kedutan wajah yang semakin parah
Salah satu pasien yang mengalami kondisi ini adalah Ibu Jammah. Ia mulai merasakan kedutan di sekitar mata sejak beberapa tahun lalu, namun keluhan tersebut perlahan menyebar ke bagian wajah lainnya.
“Awalnya kedut di mata, lama-lama turun ke pipi, ke bibir, bahkan sampai kuping bunyinya ‘krekek-krekek’. Tiap hari jadi takut, jiwa tidak tenang,” ujarnya.
Karena kondisi tersebut semakin mengganggu, Ibu Jammah mencoba berbagai pengobatan, bahkan hingga mencari perawatan ke luar negeri. Namun, keluhan kedutan wajahnya tidak kunjung hilang.
“Saya sudah ke dokter ke mana-mana, sampai ke Singapura dan Malaysia. Sudah macam-macam pengobatan, tapi tidak sembuh-sembuh.”
Kedutan yang terus terjadi membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman dan bahkan memengaruhi rasa percaya diri ketika harus berbicara dengan orang lain.
Tindakan MVD oleh Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri
Salah satu metode yang dinilai efektif untuk mengatasi hemifacial spasm adalah MVD Prosedur ini bertujuan untuk memisahkan pembuluh darah yang menekan saraf wajah sehingga saraf tidak lagi mengalami iritasi.
Menurut Dr. Joy, tindakan ini dapat memberikan solusi yang lebih permanen dibandingkan terapi lain yang hanya meredakan gejala sementara.
“Operasi MVD dilakukan dengan memisahkan pembuluh darah yang menempel pada saraf. Dengan melepaskan tekanan tersebut, saraf tidak lagi teriritasi sehingga pasien bisa terbebas dari kedutan dalam jangka panjang,” tegas Dr. Joy.
Setelah menjalani tindakan MVD di Mandaya Royal Hospital Puri, Ibu Jammah merasakan perubahan yang sangat signifikan.
“Begitu keluar dari kamar operasi, kedutannya langsung berhenti. Mata dan mulut sudah tidak goyang lagi. Sekarang sudah tidak ada keluhan lagi.”
Pengalaman ini menunjukkan bahwa dengan diagnosis yang tepat dan penanganan oleh dokter yang berpengalaman, kondisi tic facialis dapat diatasi sehingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Profil dan jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang dikenal sebagai Dr. Joy, merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialisasi pada penyakit pembuluh darah otak. Ia dikenal memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan neurologi, terutama yang berkaitan dengan kelainan pembuluh darah di otak.
Dr. Joy meraih gelar doktor dari University of Helsinki, Finlandia, dengan fokus penelitian pada aneurisma otak. Penelitiannya mendalami mekanisme terjadinya aneurisma serta berbagai pendekatan klinis untuk diagnosis dan penanganan kondisi tersebut.
Selain aktif menangani pasien di Mandaya Royal Hospital Puri, Dr. Joy juga berperan dalam dunia akademik. Ia menulis buku berjudul Memahami Aneurisma Otak yang telah diterbitkan dalam dua edisi. Buku ini membahas aneurisma otak secara menyeluruh, mulai dari penyebab, proses terbentuknya penyakit, metode diagnosis, hingga berbagai pilihan terapi yang dapat dilakukan.
Dalam praktik klinisnya, Dr. Joy berpengalaman menangani berbagai kasus neurologi dengan tingkat kompleksitas tinggi, antara lain:
- Aneurisma otak
- Stenosis atau penyempitan pembuluh darah otak
- Perdarahan otak
- Tumor otak
- Kanker otak.
Didukung pengalaman klinis yang luas, rekam jejak akademik yang kuat, serta berbagai pelatihan di pusat bedah saraf internasional, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu ahli bedah saraf terkemuka di Indonesia. Keahliannya terutama menonjol dalam penanganan kasus penyakit pembuluh darah otak serta tumor otak yang kompleks.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

