Nyeri Punggung Skoliosis: Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Nyeri Punggung Skoliosis: Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan bentuknya melengkung ke samping menyerupai huruf “S” atau “C”. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain bahu atau pinggul yang tidak sejajar, tulang belikat yang tampak menonjol, hingga perubahan postur tubuh. Pada sebagian orang, skoliosis juga dapat menimbulkan keluhan berupa rasa tidak nyaman atau nyeri di area punggung.

Nyeri punggung skoliosis umumnya terjadi karena kelengkungan tulang belakang memberikan tekanan tambahan pada sendi, otot, dan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan otot bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan tubuh, sehingga memicu ketegangan dan rasa nyeri. Jika tidak ditangani dengan tepat, nyeri punggung skoliosis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Konsultasi dokter

Penyebab nyeri punggung skoliosis

Skoliosis dapat menyebabkan nyeri punggung, meskipun pada sebagian besar kasus rasa nyeri yang muncul biasanya bersifat ringan. Hanya sedikit penderita skoliosis yang mengalami nyeri punggung yang tergolong berat akibat kondisi ini.

Nyeri punggung skoliosis dapat terjadi karena kelengkungan tulang belakang memberi tekanan pada tulang belakang dan sendi di sekitarnya. Kondisi ini juga dapat menimbulkan tarikan atau iritasi pada saraf dan sendi, sehingga memicu peradangan dan rasa nyeri. Selain itu, perubahan postur tubuh akibat skoliosis dapat membuat otot menjadi tegang atau mudah lelah, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri punggung.

Pada orang dewasa, proses degenerasi atau keausan pada tulang belakang dan sendi juga dapat memperburuk nyeri punggung akibat skoliosis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkungan tulang belakang tidak selalu berhubungan langsung dengan tingkat nyeri yang dirasakan. Meski demikian, kelengkungan yang terjadi pada bagian punggung bawah cenderung lebih sering menimbulkan nyeri dibandingkan kelengkungan yang berada di bagian atas tulang belakang.

Konsultasi dokter

Baca juga: Rekomendasi Dokter Skoliosis Anak dan Pilihan Pengobatan yang Direkomendasikan

Pengobatan nyeri punggung skoliosis

Pengobatan nyeri punggung skoliosis dapat dilakukan dengan beberapa metode berikut:

  • Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Selain itu, pasien juga dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek.
  • Back brace (penyangga punggung): Penggunaan penyangga punggung dapat membantu meredakan nyeri dengan memberikan dukungan pada tulang belakang.
  • Suntikan pada tulang belakang: Dokter dapat memberikan suntikan anestesi lokal atau steroid pada area tulang belakang untuk membantu meredakan nyeri.
  • Terapi fisik: Bekerja sama dengan fisioterapis dan melakukan latihan tertentu dapat membantu mengurangi nyeri punggung serta meningkatkan fungsi gerak.
  • Operasi: Pada kasus yang lebih berat, pasien mungkin memerlukan tindakan operasi untuk meluruskan tulang belakang atau mengurangi tekanan pada saraf.

Konsultasi dokter

Cara mencegah nyeri semakin memburuk

Beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi nyeri atau mencegah kondisi menjadi lebih parah:

  • Peregangan: Program latihan peregangan khusus untuk skoliosis dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan mobilitas tubuh.
  • Akupunktur: Terapi akupunktur dapat membantu mengelola nyeri kronis pada sebagian penderita.
  • Yoga: Yoga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh sekaligus membantu mengontrol nyeri kronis.
  • Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS): Alat TENS bekerja dengan mengirimkan impuls listrik kecil melalui elektroda yang ditempelkan pada kulit. Terapi ini dapat membantu meredakan nyeri yang disebabkan oleh perubahan pada tulang belakang akibat skoliosis.

Baca juga: Kelainan Tulang Belakang: Jenis, Gejala, hingga Pengobatannya

Dokter ortopedi ahli skoliosis di RS Mandaya Royal Puri, dr. Fachry Sp.OT (K) 

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT(K) merupakan dokter spesialis ortopedi dengan subspesialisasi tulang belakang. Ia memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah tulang belakang, termasuk skoliosis pada anak serta kondisi saraf kejepit.

Ia menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sumatra Utara, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi hingga meraih gelar konsultan tulang belakang dari Universitas Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, dr. Fachry berpengalaman dalam memberikan diagnosis dan penanganan berbagai gangguan tulang belakang.

Dalam praktiknya, dr. Fachry memberikan layanan konsultasi dan penanganan untuk berbagai kondisi, seperti kelainan bentuk tulang belakang, cedera tulang belakang, hingga saraf kejepit di sepanjang tulang belakang. Ia juga menguasai teknik operasi minimal invasif, seperti Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) dan Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), yang dikenal memiliki luka operasi lebih kecil, proses pemulihan lebih cepat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Jadwal praktek dr. Fachry di RS Mandaya Royal Puri

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes