Tidak banyak orang menyadari bahwa pasien kanker juga memerlukan pemantauan kesehatan jantung secara khusus selama menjalani pengobatan. Beberapa terapi kanker seperti kemoterapi, terapi target, maupun radiasi dapat memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus diperlukan dokter spesialis jantung yang memiliki keahlian khusus dalam menangani kondisi kardiovaskular pada pasien kanker.
Bidang ini dikenal sebagai kardio-onkologi, yaitu subspesialisasi yang berfokus pada pencegahan, pemantauan, serta penanganan komplikasi jantung yang dapat muncul selama maupun setelah terapi kanker. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan pasien kanker tetap dapat menjalani pengobatan secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan jantungnya.
Di Mandaya Royal Hospital Puri, layanan ini ditangani oleh dr. Siti Elkana Nauli, Sp.JP (K), dokter spesialis jantung konsultan yang memiliki keahlian di bidang kardio-onkologi. Beliau berperan dalam membantu memantau serta menangani risiko gangguan jantung pada pasien yang sedang atau akan menjalani terapi kanker.
Contents
Lebih dekat dengan dr. Siti Nauli, dokter jantung yang ahli kardio-onkologi

dr. Siti Elkana Nauli, Sp.JP (K) adalah dokter spesialis jantung konsultan yang berpengalaman dalam diagnosis dan penanganan berbagai penyakit pada sistem kardiovaskular. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis jantung di universitas yang sama. Untuk memperdalam keahliannya di bidang pencitraan jantung, dr. Siti juga mengikuti program Fellow of Echocardiography di Universitas Indonesia.
Dalam dunia profesional, dr. Siti aktif berkontribusi di berbagai organisasi kardiologi. Ia merupakan anggota Indonesian Heart Association dan Indonesian Society of Echocardiography, serta tergabung dalam Pulmonary Hypertension Working Group dan Indonesian Heart Failure and Cardiometabolic Working Group. Selain itu, ia juga menjadi Fellow of Heart Failure Association – European Society of Cardiology, serta menjabat sebagai board member di Asian Society of Cardiology dan World Heart Failure Society.
Dalam praktek klinisnya di Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Siti memberikan layanan pemeriksaan dan penanganan jantung secara menyeluruh. Layanan yang tersedia antara lain Cardiac MRI, Cardiac CT, Cardiac Nuclear, angiografi koroner, serta berbagai tindakan di Cath Lab. Ia juga melakukan berbagai pemeriksaan penunjang seperti ekokardiografi, elektrokardiogram (EKG), stress test, dan Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM). Selain itu, dr. Siti juga melayani konsultasi jantung secara komprehensif, termasuk tindakan seperti kardioversi dan pemeriksaan elektrofisiologi untuk membantu diagnosis serta penanganan gangguan irama jantung.
dr. Siti Elkana Nauli, Sp.JP (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.30 – 18.30 WIB
- Rabu: 16.30 – 18.30 WIB.
Alasan pasien kanker perlu dipantau oleh dokter jantung ahli kardio-onkologi
Beberapa jenis terapi kanker dapat menimbulkan efek samping pada jantung, yang dikenal sebagai kardiotoksisitas. Kondisi ini terjadi ketika pengobatan kanker menyebabkan kerusakan pada struktur atau fungsi jantung.
Efek tersebut bisa muncul saat pengobatan sedang berlangsung maupun beberapa waktu setelah terapi selesai. Pada pasien yang sebelumnya sudah memiliki penyakit jantung, kondisi ini bahkan dapat memperburuk gangguan jantung yang sudah ada.
Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan kanker dan efeknya terhadap kesehatan jantung
1. Kemoterapi
Salah satu terapi yang berpotensi memengaruhi kesehatan jantung adalah kemoterapi. Obat kemoterapi bekerja dengan menghancurkan sel yang berkembang cepat, termasuk sel kanker. Namun, dalam beberapa kasus obat ini juga dapat memengaruhi sel sehat, termasuk sel pada jantung. Beberapa jenis obat kemoterapi diketahui dapat memicu gangguan irama jantung, peradangan pada jaringan jantung, penurunan fungsi jantung, hingga gagal jantung.
2. Imunoterapi
Selain kemoterapi, imunoterapi yang bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker juga dapat berdampak pada jantung pada sebagian pasien. Terapi ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan penurunan kemampuan jantung memompa darah, tekanan darah tinggi, hingga peradangan pada otot jantung.
3. Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi juga berpotensi memengaruhi jantung, terutama jika area radiasi berada di sekitar dada. Paparan radiasi dapat menyebabkan peradangan dan terbentuknya jaringan parut pada jantung, yang dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi jantung.
Karena itulah, pemantauan oleh dokter jantung yang memiliki keahlian di bidang kardio-onkologi sangat penting bagi pasien kanker. Dengan pemantauan yang tepat, risiko gangguan jantung dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu proses pengobatan kanker.
Gangguan jantung yang dapat terjadi akibat kardiotoksisitas
Terapi kanker seperti kemoterapi, imunoterapi, maupun radioterapi dalam beberapa kasus dapat menimbulkan efek samping pada jantung yang dikenal sebagai kardiotoksisitas. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan pada sistem kardiovaskular. Berikut beberapa masalah jantung yang dapat muncul akibat efek tersebut:
1. Gangguan irama jantung (aritmia)
Aritmia merupakan kondisi ketika irama detak jantung menjadi tidak normal. Jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Gangguan ini dapat berasal dari ruang atas jantung (atrium) maupun ruang bawah jantung (ventrikel).
2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke.
3. Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang memasok darah ke jantung. Penyempitan tersebut biasanya disebabkan oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang.
4. Gagal jantung
Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat terjadi jika otot jantung melemah, menebal, atau menjadi kaku sehingga kinerjanya tidak optimal.
5. Miokarditis dan perikarditis
Keduanya merupakan kondisi peradangan pada jantung. Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung, sedangkan perikarditis adalah peradangan pada lapisan pelindung yang menyelimuti jantung.
6. Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah penyakit yang menyebabkan perubahan pada struktur atau fungsi otot jantung. Perubahan ini dapat membuat jantung menjadi lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh.
7. Efusi perikardial
Efusi perikardial merupakan penumpukan cairan di sekitar jantung. Jika cairan yang terkumpul terlalu banyak, kondisi ini dapat menghambat kerja jantung dalam memompa darah secara normal.
Layanan pemeriksaan jantung untuk pasien kanker di RS Mandaya Royal Puri
Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai pemeriksaan untuk memantau kesehatan jantung pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan jantung sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
1. Elektrokardiogram (ECG)
Elektrokardiogram merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pada prosedur ini, elektroda kecil ditempelkan pada dada, lengan, dan kaki yang terhubung dengan mesin ECG. Alat tersebut akan mencatat sinyal listrik jantung sehingga dokter dapat menilai apakah terdapat gangguan irama jantung.
2. Pemeriksaan darah
Tes darah juga dapat membantu mendeteksi kemungkinan kerusakan pada jantung. Dokter biasanya memeriksa beberapa penanda seperti cardiac troponin (cTn) dan natriuretic peptide (NP). Kadar kedua protein ini dapat meningkat ketika terjadi kerusakan pada sel jantung. Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat mencakup evaluasi kadar kolesterol serta skrining diabetes.
3. Ekokardiografi (echocardiography)
Ekokardiografi adalah pemeriksaan jantung yang menggunakan gelombang suara atau ultrasound untuk menghasilkan gambaran jantung secara langsung. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai kondisi ruang jantung, katup jantung, serta kemampuan jantung dalam memompa darah.
4. Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung
MRI jantung menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar jantung yang sangat detail dalam bentuk tiga dimensi. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai struktur jantung, fungsi pemompaan darah, serta perubahan yang mungkin terjadi pada jaringan jantung.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri dan bertemu dengan dr. Siti, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

