Endometriosis Dinding Perut: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya Ini

Endometriosis Dinding Perut: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya Ini

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Dalam kasus yang lebih jarang, jaringan tersebut bahkan dapat tumbuh di dinding perut, yang dikenal sebagai endometriosis dinding perut atau abdominal wall endometriosis (AWE). Pertumbuhan jaringan ini bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri di area perut, pembengkakan, atau munculnya benjolan yang terasa semakin sakit, terutama saat menstruasi.

Pengobatan endometriosis dinding perut umumnya melibatkan operasi. Namun, RS Mandaya Royal Puri telah menghadirkan teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk menangani kondisi tersebut tanpa operasi terbuka dan tanpa sayatan. 

Konsultasi dokter

Apa saja gejala endometriosis dinding perut?

Sebagian orang dengan kondisi endometriosis dinding perut bisa saja tidak mengalami gejala apa pun. Namun, ketika gejala muncul, keluhan yang sering dirasakan dapat meliputi:

  • Pembengkakan, nyeri tekan, atau memar di area perut
  • Nyeri perut atau nyeri panggul, terutama saat menstruasi
  • Munculnya benjolan atau massa yang terasa di bagian perut.

Baca juga: Peran HIFU untuk Atasi Endometriosis Dinding Perut, RS Mandaya Royal Puri

Penyebab endometriosis dinding perut

Endometriosis termasuk penyakit idiopatik, yang berarti penyebab pastinya belum diketahui secara pasti. Hal yang sama juga berlaku pada endometriosis dinding perut.

Meski demikian, para ahli memiliki beberapa teori mengenai bagaimana kondisi ini dapat terjadi.

1. Riwayat operasi di area perut atau rahim

Endometriosis dinding perut diketahui lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat operasi di area perut, terutama operasi ginekologi atau kebidanan seperti operasi caesar.

Dalam beberapa penelitian, sebagian besar pasien yang didiagnosis dengan endometriosis dinding perut memiliki riwayat operasi sebelumnya di area tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa saat operasi berlangsung, jaringan endometrium dapat secara tidak sengaja berpindah dan menempel pada dinding perut, lalu tumbuh di lokasi tersebut.

2. Menstruasi retrograde (aliran balik darah menstruasi)

Teori lain menyebutkan bahwa endometriosis dapat terjadi akibat aliran balik darah menstruasi melalui tuba falopi, yang dikenal sebagai retrograde menstruation.

Pada kondisi ini, darah menstruasi yang mengandung sel-sel endometrium dapat mengalir kembali ke rongga panggul. Sel tersebut kemudian dapat menempel dan tumbuh di berbagai area, seperti:

  • Dinding panggul
  • Usus
  • Rektum
  • Ovarium
  • Dinding perut.

Jika jaringan tersebut berkembang di area tertentu, kondisi ini dapat menyebabkan endometriosis, termasuk endometriosis dinding perut.

Konsultasi dokter

Cara mendiagnosis endometriosis dinding perut?

Diagnosis endometriosis dinding perut biasanya dilakukan melalui biopsi laparoskopi, yaitu prosedur bedah minimal invasif untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai endometriosis. Sampel jaringan tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk memastikan diagnosis.

Namun, karena prosedur ini tetap termasuk tindakan operasi, saat ini dokter juga dapat memanfaatkan pencatatan gejala serta pemeriksaan pencitraan medis, seperti USG, MRI, atau CT scan. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kemungkinan adanya endometriosis dinding perut tanpa harus langsung menjalani operasi.

Bagaimana pengobatan endometriosis dinding perut?

Hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan endometriosis. Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan berbagai metode pengobatan.

Salah satu penanganan yang paling efektif adalah operasi eksisi, yaitu tindakan untuk mengangkat jaringan endometriosis beserta sedikit jaringan di sekitarnya agar kelainan dapat diangkat secara menyeluruh.

Selain operasi, penanganan juga dapat mencakup terapi tambahan seperti terapi dasar panggul, akupunktur, penanganan nyeri kronis, hingga pengaturan pola makan. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan obat-obatan, seperti kontrasepsi hormonal atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

Penanganan endometriosis dinding perut tanpa operasi metode HIFU di RS Mandaya Royal Puri

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

HIFU merupakan metode pengobatan non-invasif yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menargetkan jaringan tertentu di dalam tubuh secara tepat. Energi ultrasound tersebut akan menghasilkan panas yang mampu menghancurkan jaringan abnormal melalui proses yang disebut nekrosis koagulasi, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi HIFU semakin banyak digunakan untuk menangani berbagai kondisi di bidang ginekologi, termasuk miom rahim dan endometriosis. Metode ini memungkinkan dokter menargetkan jaringan abnormal dengan presisi tinggi tanpa perlu melakukan operasi terbuka. Selain itu, karena tidak melibatkan sayatan, terapi ini juga dapat membantu mengurangi trauma pada jaringan tubuh serta mempercepat masa pemulihan pasien.

Endometriosis dinding perut yang umumnya cocok untuk ditangani dengan HIFU:

  • Endometriosis dinding perut yang telah terdiagnosis melalui pemeriksaan USG atau MRI.
  • Pasien dapat berkomunikasi dengan baik dengan dokter dan perawat selama proses perawatan.
  • Tidak menjalani operasi pada area dinding perut dalam 3 bulan terakhir, terutama prosedur seperti liposuction (sedot lemak).
  • Pasien tidak memiliki penyakit penyerta yang berat, seperti penyakit jantung, hipertensi berat, atau diabetes yang tidak terkontrol.
  • Pasien mampu berbaring tengkurap selama sekitar 2–3 jam selama prosedur berlangsung.

Perlu diketahui bahwa kriteria di atas hanya sebagai gambaran umum. Keputusan apakah pasien dapat menjalani terapi HIFU atau tidak tetap harus ditentukan oleh dokter HIFU setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosis lebih lanjut.

Terapi HIFU memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode penanganan yang lebih invasif, di antaranya:

  • Tidak memerlukan operasi, sehingga umumnya proses pemulihan lebih cepat
  • Prosedur dilakukan dengan sedasi ringan, tanpa perlu anestesi umum
  • Proses ablasi dilakukan secara presisi, sehingga jaringan sehat di sekitarnya tetap terlindungi
  • Risiko tindakan relatif lebih rendah dibandingkan prosedur bedah yang lebih invasif

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes