Gangguan tidur akibat amandel dan adenoid yang membesar bisa berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Hal inilah yang dialami Mira, pasien anak berusia 5 tahun 3 bulan, yang kerap mendengkur keras hingga tersedak hampir setiap malam saat tidur. Kondisi tersebut akhirnya terungkap sebagai pembesaran amandel dan adenoid yang cukup signifikan. Untuk mengatasinya, sang ibu memutuskan menjalani tindakan plasma coblation bersama dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL di RS Mandaya Royal Puri. Hasilnya pun mengejutkan.
“Itu (operasinya) cuma beberapa jam. Jadi operasinya jam 8, kemudian selesai jam 10, terus (anaknya) langsung makan es krim. Kalau tidak salah jam 2 sudah main ke Kids Corner, sudah jalan-jalan. Sudah bercanda-canda. Dia langsung ke lantai Ground lari-lari minta ke minimarket, minta jajan,” kata ibunya.
Bahkan, proses pemulihannya terbilang sangat cepat. “Dan setelah recovery pasca operasi, alhamdulillah selama 3 hari itu sudah benar-benar pulih. Bahkan di hari ke-4 dia sudah bisa sekolah.”
Contents
Awalnya dikira alergi biasa, ternyata amandel dan adenoid membesar
Sejak usia sekitar 2–3 tahun, Mira kerap mengalami batuk pilek yang disertai dengkuran keras saat tidur. Bahkan, hampir setiap malam ia bisa tersedak karena seperti kesulitan bernapas. Setiap kali sakit, keluhan itu selalu berulang. Sebagai orang tua, tentu kondisi ini menimbulkan rasa cemas, apalagi jika terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
Awalnya, sang ibu mengira keluhan tersebut hanya alergi biasa. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa amandel Mira membesar signifikan dan diduga adenoidnya juga mengalami pembesaran. Kondisi ini dapat menghambat jalur napas saat tidur dan berpotensi mengganggu kualitas istirahat serta tumbuh kembang anak.
Beberapa dokter sebelumnya sempat menyarankan operasi pengangkatan amandel secara menyeluruh. Namun, orang tua Mira merasa ragu karena memahami bahwa amandel memiliki fungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh, terutama sebagai “garda depan” saat terjadi infeksi. Mereka tidak ingin seluruh jaringan amandel diangkat.
Plasma coblation: operasi amandel tanpa mengangkat seluruh jaringan
Akhirnya, keluarga memutuskan berkonsultasi dengan dr. Abdillah di RS Mandaya Royal Puri. Dalam konsultasi tersebut, dokter menjelaskan prosedur plasma coblation, yaitu teknik operasi amandel modern yang tidak mengangkat seluruh jaringan amandel.
Dengan metode ini, sebagian kecil jaringan amandel, sekitar seperlima atau seperempat bagian tipis, masih disisakan untuk tetap membantu fungsi daya tahan tubuh. Pendekatan ini membuat orang tua merasa lebih tenang dan mantap memilih tindakan tersebut.
Tindakan dilakukan pada pukul 08.00 dan selesai sekitar pukul 10.00. Beberapa jam setelah operasi, perubahan sudah terlihat jelas. Selain bisa makan dan bermain, suara Mira yang sebelumnya serak pun menjadi lebih nyaring. Menurut penjelasan dr. Abdillah, suara serak yang dialami Mira bukan berasal dari pita suara atau radang biasa, melainkan karena amandel yang membesar menutup jalur keluarnya suara. Setelah hambatan tersebut diatasi, kualitas suaranya pun membaik dalam hitungan jam.
“Jadi yang tadinya suaranya dia serak, aku kira kan serak karena sakit radang, ternyata menurut dr. Abdillah serak dari suaranya itu bukan dari pita suara dan bukan karena radang, tapi karena amandelnya menutup jalannya keluar suara. Setelah dioperasi, setelah beberapa jam, suaranya jadi lebih nyaring dan tidak ada serak,” kata sang ibu.
Pemulihan cepat, Mira kembali aktif
Meski sempat merasa tidak nyaman dan sedikit pusing akibat efek anestesi, kondisi Mira cepat membaik. Setelah diberi es krim, suasana hatinya berubah dan ia kembali ceria. Dalam beberapa jam saja, ia sudah bisa berjalan sendiri, bercanda, dan bermain.
Beberapa hari pertama setelah operasi, dengkuran masih terdengar karena proses peradangan pasca tindakan. Namun sesuai penjelasan tim medis, hal tersebut memang bisa terjadi selama 3–4 hari. Memasuki hari kedelapan, dengkuran hilang sepenuhnya.
Dalam waktu 3 hari, kondisi Mira sudah benar-benar pulih. Bahkan pada hari keempat, ia sudah kembali bersekolah di kindergarten dan menjalani aktivitas seperti biasa. Orang tuanya pun merasa terharu karena kini Mira dapat tidur nyenyak tanpa tersedak dan tanpa dengkuran keras setiap malam.
Mengapa plasma coblation bisa jadi pilihan?
Menurut penuturan orang tua Mira, plasma coblation terasa berbeda dibanding operasi amandel konvensional. Selain proses pemulihan yang cepat, jaringan amandel tidak diangkat seluruhnya sehingga masih berfungsi sebagai bagian dari sistem imun.
Metode ini umumnya direkomendasikan pada anak dengan pembesaran amandel derajat T3 atau T4, terutama jika sudah menimbulkan gangguan napas saat tidur, dengkuran berat, atau infeksi berulang. Dengan kualitas tidur yang membaik, tumbuh kembang anak pun dapat berlangsung lebih optimal karena hormon pertumbuhan banyak diproduksi saat tidur malam yang berkualitas.
Pengalaman keluarga ini juga menambah kepercayaan mereka terhadap layanan di RS Mandaya Royal Puri. Mulai dari fasilitas, dokter spesialis, hingga penanganan yang cepat dan tepat, semuanya dirasakan memuaskan.
Kini, Mira bisa tidur tanpa dengkuran, bernapas lebih lega, bersuara lebih jernih, dan kembali aktif seperti anak seusianya. Bagi orang tua yang menghadapi masalah serupa, konsultasi dengan dokter THT berpengalaman dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat.
Profil dan jadwal praktek dr. Abdillah di RS Mandaya Royal Puri

Pusat THT di RS Mandaya Royal Puri diperkuat oleh dokter spesialis berpengalaman, dr. Abdillah, yang menguasai berbagai prosedur THT berbasis teknologi modern. Salah satu keunggulannya adalah teknik plasma coblation, metode tindakan minimal invasif untuk mengatasi radang amandel (tonsilitis) dan pembesaran adenoid secara lebih presisi. Dibandingkan teknik konvensional, prosedur ini dikenal lebih nyaman, dengan nyeri yang lebih minimal serta waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien, terutama anak-anak.
Tidak hanya itu, dr. Abdillah juga memiliki kompetensi dalam penanganan berbagai gangguan THT lainnya. Untuk kasus sinusitis, tersedia prosedur balloon sinuplasty yang membantu membuka saluran sinus tanpa operasi besar. Sementara pada pasien dengan gangguan tidur seperti sleep apnea, tersedia terapi QMR (Quantum Molecular Resonance), teknologi inovatif yang dirancang untuk membantu memperbaiki kualitas pernapasan saat tidur.
Keahlian tersebut didukung oleh pelatihan intensif di Italia serta pengalaman belajar langsung dari Lino Businco, profesor THT ternama yang pernah menangani sejumlah tokoh dunia seperti Andrea Bocelli dan Francesco Totti. Dengan latar belakang internasional tersebut, dr. Abdillah berkomitmen menghadirkan layanan THT yang komprehensif, modern, dan berstandar global bagi masyarakat Indonesia.
dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

