Miom rahim adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot dinding rahim (uterus). Meskipun bersifat non-kanker alias jinak, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri haid berlebihan, perdarahan menstruasi yang banyak, perut terasa penuh, hingga gangguan kesuburan pada sebagian wanita. Berdasarkan letak tumbuhnya, jenis miom rahim terbagi menjadi empat, yaitu intramural, subserosal, submucosal, dan pedunculated. Masing-masing jenis memiliki karakteristik dan gejala yang bisa berbeda, tergantung pada posisi serta ukurannya di dalam rahim.
Kabar baiknya, penanganan miom rahim kini tidak selalu harus melalui operasi. Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia teknologi HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound), yaitu prosedur non-bedah yang memanfaatkan gelombang ultrasound terfokus untuk menghancurkan jaringan miom tanpa sayatan. Dengan pendekatan ini, pasien dapat menjalani terapi yang lebih minim risiko, tanpa luka operasi, serta dengan waktu pemulihan yang relatif lebih cepat.
Contents
Jenis-jenis miom rahim
Berikut ini adalah jenis-jenis miom rahim yang perlu Anda waspadai:
1. Miom Intramural
Miom intramural merupakan jenis miom rahim yang paling sering ditemukan. Jenis ini tumbuh di dalam lapisan otot dinding rahim (miometrium). Seiring bertambahnya ukuran, miom intramural dapat membuat rahim tampak membesar dan menimbulkan rasa penuh atau tekanan di area panggul.
Gejala miom intramural meliputi:
- Menstruasi yang lebih banyak atau berlangsung lebih lama dari biasanya
- Nyeri atau tekanan pada panggul
- Sering buang air kecil (jika miom menekan kandung kemih)
- Nyeri punggung bagian bawah.
Karena tumbuh di dalam dinding rahim, miom intramural dapat mengubah bentuk rahim apabila ukurannya cukup besar. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesuburan maupun kehamilan pada sebagian wanita.
2. Miom subserosal
Miom subserosal berkembang di bagian luar rahim, tepatnya di bawah lapisan terluar rahim yang disebut serosa. Pertumbuhannya mengarah ke luar rahim dan dapat menonjol ke rongga panggul. Berbeda dengan jenis lainnya, miom subserosal umumnya tidak menyebabkan perdarahan menstruasi berlebihan, tetapi lebih sering menimbulkan keluhan akibat tekanan pada organ di sekitarnya.
Gejala miom subserosal antara lain:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di panggul
- Tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sering buang air kecil
- Tekanan pada rektum yang bisa memicu konstipasi
- Perut terasa penuh atau tampak membesar.
Karena tumbuh ke arah luar, miom subserosal bisa mencapai ukuran cukup besar sebelum menimbulkan gejala yang jelas. Pada beberapa kasus, benjolan dapat terasa di bagian bawah perut.
3. Miom submukosal
Miom submukosal tergolong lebih jarang terjadi, tetapi sering kali menimbulkan gejala yang lebih berat. Jenis ini tumbuh tepat di bawah lapisan dalam rahim (endometrium) dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim.
Gejala miom submukosal meliputi:
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak, berkepanjangan, atau tidak teratur
- Keluarnya gumpalan darah saat haid
- Anemia akibat kehilangan darah berlebihan
- Gangguan kesuburan atau keguguran berulang.
Karena mengganggu lapisan dalam rahim, miom submukosal paling sering dikaitkan dengan perdarahan abnormal dan dapat menghambat proses implantasi embrio, sehingga menyulitkan terjadinya kehamilan.
4. Miom pedunculated
Miom pedunculated memiliki ciri khas berupa tangkai tipis yang menghubungkannya dengan rahim, bukan tumbuh langsung dari dinding rahim. Jika tumbuh di bagian luar rahim dan bertangkai, kondisi ini disebut miom pedunkulata subserosal. Sementara itu, jika tumbuh di bawah lapisan dalam rahim dan menonjol ke rongga rahim dengan tangkai, disebut miom pedunculated submucosal.
Gejala miom pedunculated umumnya meliputi:
- Tekanan atau rasa tidak nyaman di area panggul
- Nyeri panggul mendadak dan tajam (jika tangkai terpuntir atau mengalami torsi)
- Gejala yang menyerupai miom subserosal atau submukosal, tergantung lokasinya.
Pada pemeriksaan pencitraan, miom pedunculated terkadang dapat menyerupai massa ovarium. Selain itu, karena memiliki tangkai, jenis miom ini lebih berisiko menimbulkan nyeri akut apabila tangkainya terpelintir.
Jenis miom apa yang paling sering terjadi?
Miom intramural merupakan jenis miom rahim yang paling sering didiagnosis. Letaknya yang berada di dalam dinding otot rahim membuat jenis ini cukup sering menimbulkan keluhan, seperti menstruasi berlebihan dan rasa tertekan di area panggul.
Meski demikian, tidak sedikit wanita yang memiliki lebih dari satu jenis miom secara bersamaan. Kombinasi beberapa tipe miom ini dapat memengaruhi variasi gejala yang dirasakan setiap individu.
Jenis miom apa yang paling banyak menimbulkan gejala?
Miom submukosal umumnya dianggap sebagai jenis miom yang paling sering menimbulkan gejala, terutama terkait perdarahan rahim yang tidak normal. Hal ini karena miom submukosal tumbuh tepat di bawah lapisan dalam rahim dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim. Pertumbuhan tersebut mengganggu proses peluruhan normal lapisan endometrium saat menstruasi.
Akibatnya, penderita dapat mengalami haid yang sangat banyak, berlangsung lebih lama dari biasanya, hingga berisiko menyebabkan anemia. Selain itu, miom submukosal juga dapat memengaruhi kesuburan. Bahkan, miom submukosal yang berukuran kecil sekalipun bisa menimbulkan gejala yang cukup signifikan dibandingkan miom berukuran lebih besar di lokasi lain.
Mengenal teknologi HIFU untuk miom di RS Mandaya Royal Puri

HIFU merupakan teknologi modern yang digunakan untuk menangani miom rahim tanpa tindakan operasi. Prosedur ini bersifat non-invasif karena tidak memerlukan sayatan pada tubuh. HIFU bekerja dengan cara mengarahkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi dari luar tubuh secara terfokus ke jaringan miom di dalam rahim. Pada titik yang ditargetkan, energi tersebut menghasilkan suhu tinggi yang mampu menghancurkan sel miom tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Secara prinsip, HIFU memanfaatkan pemetaan yang akurat untuk menentukan lokasi miom secara presisi. Energi panas yang dihasilkan akan memicu proses nekrosis koagulatif, yaitu kematian sel pada jaringan miom. Dengan tingkat ketepatan yang tinggi, metode ini dapat menghancurkan jaringan tumor jinak secara selektif, sekaligus tetap menjaga struktur rahim secara keseluruhan.
Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi HIFU menjadi salah satu pilihan terapi miom yang lebih nyaman bagi pasien karena tidak melibatkan pembedahan terbuka.
Cara kerja HIFU dalam mengatasi miom
Berikut tahapan cara kerja HIFU dalam terapi miom:
- Pemfokusan gelombang ultrasound: Gelombang ultrasound berenergi tinggi diarahkan secara spesifik ke jaringan miom yang telah ditentukan melalui pencitraan.
- Pembentukan energi panas: Saat mencapai titik sasaran, energi ultrasound berubah menjadi panas dengan suhu tinggi yang terlokalisasi di dalam jaringan miom.
- Penghancuran sel miom: Panas tersebut merusak sel-sel miom dan memicu nekrosis koagulatif, sehingga jaringan miom dapat dihancurkan secara efektif.
- Perlindungan jaringan sehat: Karena area fokus dikontrol dengan sangat presisi, jaringan rahim yang sehat di sekitar miom tetap terlindungi.
- Penyusutan secara alami: Setelah sel miom hancur, tubuh secara bertahap akan menyerap jaringan tersebut. Seiring waktu, ukuran miom akan mengecil secara alami.
Keunggulan HIFU untuk pengobatan miom
Teknologi HIFU menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan metode operasi konvensional, antara lain:
- Non-invasif: Tidak memerlukan sayatan, sehingga risiko infeksi dan perdarahan lebih rendah.
- Tanpa radiasi: HIFU menggunakan gelombang ultrasound, bukan radiasi elektromagnetik maupun zat radioaktif.
- Tanpa anestesi umum: Prosedur umumnya dilakukan dengan sedasi ringan atau analgesia, sehingga tidak membutuhkan pembiusan total.
- Menjaga kesuburan: Karena penargetannya sangat presisi, struktur dan fungsi rahim tetap terjaga, sehingga peluang kehamilan di masa depan dapat dipertahankan.
- Pemulihan lebih cepat: Tanpa luka operasi, pasien biasanya dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, HIFU menjadi salah satu solusi modern bagi wanita yang ingin mengatasi miom tanpa harus menjalani operasi besar.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

