Saraf terjepit yang tidak tertangani dengan tepat dapat menyebabkan nyeri hebat, mati rasa, hingga gangguan berjalan. Kondisi inilah yang dialami oleh seorang pasien asal Cikampek yang akhirnya mendapatkan penanganan melalui tindakan arthrospine oleh dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS di Mandaya Royal Hospital Puri.
Pasien bernama Aprilia Jayanegara berusia 32 tahun mengaku telah bertahun-tahun mengalami nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke kaki kiri sebelum akhirnya menjalani operasi dan kembali bisa berjalan normal.
“Setelah sadar (dari operasi arthrospine), saya sudah bisa miring kiri dan kanan, duduk, lalu berdiri. Sabtu operasi, Minggu sudah bisa jalan, Senin makin lancar,” ungkap April dengan lega dan bahagia.
Contents
Kondisi pasien sebelum operasi: tidak bisa berjalan dan bergantung kursi roda
Aprilia mulai merasakan gejala sejak tahun 2018, sekitar enam bulan setelah melahirkan. Awalnya didiagnosis sebagai nyeri punggung bawah, namun kondisi terus memburuk hingga diketahui sebagai hernia nukleus pulposus (HNP) dengan penekanan saraf berat.
Keluhan yang dialaminya meliputi:
- Nyeri punggung bawah menjalar ke pinggang hingga jari kaki
- Kesemutan dan kebas selama 24 jam
- Tidak mampu duduk atau berdiri lama
- Berjalan dalam posisi membungkuk
- Ketergantungan pada kursi roda.
Bahkan, ia hanya bisa tidur dalam posisi meringkuk karena rasa sakit yang luar biasa.
“Untuk jalan saja dari kamar ke ruang tamu saya harus merayap sambil pegang tembok. Kaki kiri sudah tidak ada rasa sama sekali, pakai balsem atau minyak panas pun tidak terasa,” kata April.
Sebelumnya ia telah mencoba berbagai terapi seperti suntikan, laser, fisioterapi, hingga operasi, namun keluhan tetap berlanjut.
Baca juga: Rekomendasi Dokter Saraf Terjepit di Jakarta dan Tangerang
Tindakan arthrospine oleh dr. Christian Ariono
Setelah menjalani pemeriksaan MRI, ditemukan bahwa bukan hanya saraf terjepit, tetapi juga terdapat pertumbuhan jaringan dan bantalan tulang belakang yang pecah pada segmen L4-L5 dan L5-S1 yang semakin menekan saraf.
Tindakan arthrospine kemudian dilakukan oleh Christian Ariono, yang merupakan dokter spesialis bedah saraf di Mandaya Royal Hospital Puri.
Arthrospine adalah teknik bedah tulang belakang minimal invasif yang bertujuan membebaskan saraf terjepit dengan sayatan kecil dan presisi tinggi. Pada kasus pasien Aprilia, target operasi adalah melepaskan tekanan pada saraf di segmen lumbal bawah.
Keunggulan pendekatan minimal invasif ini antara lain:
- Sayatan kecil (sekitar 2 cm)
- Risiko komplikasi lebih rendah
- Nyeri pascaoperasi lebih ringan
- Pemulihan lebih cepat.
Hanya 2 hari pasca operasi, sudah bisa berjalan
Perubahan kondisi Aprilia terjadi sangat cepat setelah operasi. Ia mengungkapkan: “Setelah sadar (dari operasi arthrospine), saya sudah bisa miring kiri dan kanan, duduk, lalu berdiri. Sabtu operasi, Minggu sudah bisa jalan, Senin makin lancar.”
Bahkan satu minggu pascaoperasi, ia sudah dapat berjalan lebih jauh tanpa rasa nyeri seperti sebelumnya.
Aprilia juga menambahkan: “Sekarang bangun tidur rasanya segar, enak badan. Sudah tidak ada sakit seperti dulu.”
Luka operasi dinyatakan baik, tanpa keluhan berarti. Rasa nyeri yang dulu terus-menerus dirasakan selama 24 jam kini sudah tidak ada lagi. Kondisi yang sebelumnya membuatnya bergantung pada kursi roda, kini berubah drastis menjadi mampu berjalan mandiri.
Profil dan jadwal praktek dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang memiliki keahlian dalam tindakan minimal invasif tulang belakang, termasuk arthrospine untuk penanganan saraf terjepit.
Beliau praktik di Mandaya Royal Hospital Puri dan melayani konsultasi serta tindakan untuk berbagai keluhan seperti:
- Saraf terjepit (HNP)
- Nyeri punggung kronis
- Nyeri menjalar ke kaki
- Gangguan saraf tulang belakang.
Untuk mengetahui jadwal praktek terbaru dan melakukan pendaftaran, pasien dapat menghubungi Mandaya Royal Hospital Puri secara langsung.
Dengan teknik minimal invasif seperti arthrospine, pasien saraf terjepit kini memiliki harapan untuk pulih lebih cepat, kembali berjalan normal, dan menjalani aktivitas tanpa rasa nyeri berkepanjangan.
dr. Christian Ariono Sp.BS, FICS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri dan bertemu dengan dr. Christian Ariono, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

