“Kebas sudah berkurang, jauh berkurang, dulu tuh saya nggak bisa nempel gini, kalau sekarang sudah bisa menempel (jari-jarinya), jalan juga sudah membaik, terus yang (tadinya) dari perut ke punggung mengikat, sekarang hanya di sisi, di samping punggung. Kalau kebas sudah berkurang.”
Itulah ungkapan lega dari seorang pasien bernama Bapak Evrat, pasien asal Cilegon berusia 34 tahun setelah menjalani operasi ganti bantalan leher C5-C6 (disc replacement) bersama dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS di RS Mandaya Royal Puri. Pasien juga menambahkan bahwa pengalamannya selama menjalani perawatan terasa menyenangkan karena dokter yang menanganinya sangat komunikatif dan meyakinkan sejak pertemuan pertama.
Contents
Keluhan awal: kebas menjalar dan gangguan berjalan
Sebelum menjalani tindakan ganti bantalan leher C5-C6 di RS Mandaya Royal Puri, pasien merasakan kebas yang awalnya muncul dari pinggang hingga kaki, kemudian perlahan menjalar ke perut dan dada. Sensasi kebas juga dirasakan pada jari kelingking dan jari manis.
“Awalnya itu saya ngerasain kebas ya dari pinggang sampai ke kaki, terus kebasnya naik (menjalar) lama-lama ke perut, menuju ke dada. Nah terus di jari kelingking dan jari manis juga ada kebas. Terus agak merasa kalau jalan agak susah, kayak oleng gitu deh.”
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari fisioterapi, akupunktur, hingga berkonsultasi dengan dokter saraf di Cilegon. Namun karena sulit menemukan spesialis bedah saraf di daerahnya, pasien akhirnya mencari rujukan yang lebih tepat hingga bertemu dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri.
Baca juga: Saraf Terjepit di Leher: Kenali Penyebab, Gejala, dan Dokter yang Menanganinya
Hasil MRI menunjukkan kerusakan saraf di leher C5-C6
Berdasarkan hasil pemeriksaan MRI, ditemukan masalah serius pada tulang leher (servikal), tepatnya di ruas C5-C6. Salah satu bantalan tulang (diskus) mengalami kerusakan dan menekan saraf.
“Memang setelah di MRI, memang yang parah itu ada di servikal, di leher, jadi ada satu bantalan di leher saya di C5-C6, itu bantalannya diganti sama implan. Jadi lebih fleksibel geraknya.”
Tindakan yang dilakukan adalah disc replacement, yaitu mengganti bantalan yang rusak dengan implan khusus agar tekanan pada saraf dapat dihilangkan sekaligus mempertahankan fleksibilitas gerak leher.
Menurut dr. Christian Ariono, kondisi pasien sudah menunjukkan tanda mielopati atau kerusakan saraf pada leher. Hal ini terlihat dari gambaran putih-putih pada hasil MRI yang menandakan saraf telah mengalami gangguan cukup berat.
Beliau menjelaskan bahwa keputusan operasi harus dilakukan segera untuk membebaskan saraf yang terjepit agar tidak semakin parah. Jika kondisi tersebut dibiarkan, pasien berisiko mengalami kelumpuhan dari dada ke bawah karena tekanan pada saraf tulang belakang terus berlanjut.
Dengan tindakan disc replacement di ruas C5-C6, saraf berhasil dibebaskan dari tekanan sehingga fungsi gerak pasien mulai membaik secara bertahap.
Baca juga: Dokter Ahli Saraf Terjepit Bagian Leher di Jakarta Barat dan Tangerang, RS Mandaya Puri
Perkembangan pasien setelah operasi
Setelah menjalani operasi, pasien merasakan perbaikan signifikan. Kebas yang sebelumnya menjalar luas kini jauh berkurang. Koordinasi jari tangan membaik, kemampuan berjalan meningkat, serta sensasi kaku yang sebelumnya terasa mengikat dari perut ke punggung kini hanya tersisa ringan di sisi punggung.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pembebasan saraf berjalan optimal dan proses pemulihan berlangsung dengan baik.
Profil dan keahlian dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, khususnya pada area leher dan tulang belakang. Selain itu, beliau juga kompeten dalam tindakan operasi tumor saraf, penanganan gangguan pembuluh darah otak, serta berbagai penyakit otak lainnya, termasuk meningitis.
Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dr. Christian menguasai berbagai teknik bedah saraf modern. Keahliannya meliputi prosedur arthrospine hingga Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) untuk menangani saraf terjepit dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
dr. Christian Ariono Sp.BS, FICS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri dan bertemu dengan dr. Christian Ariono, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

