Operasi saraf kejepit leher C3–C4 merupakan tindakan bedah saraf yang sangat kompleks dan berisiko tinggi. Kesalahan kecil saja saat operasi dapat berdampak serius, mulai dari gangguan fungsi saraf hingga kelumpuhan. Oleh karena itu, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan teknologi intraoperative neuromonitoring (IOM) untuk meningkatkan keamanan pasien selama operasi berlangsung. Teknologi ini telah digunakan oleh dr. Nurul Fadli, Sp.N, dokter spesialis neurologi RS Mandaya Royal Puri, yang telah berpengalaman dan terlatih dalam mengoperasikan IOM.
“Kalau kita ini sedang melakukan pemantauan saraf selama operasi atau kita sebut sebagai intraoperative neuromonitoring (IOM), kita bisa melakukan pemantauan secara langsung untuk menilai apakah ada kerusakan atau tidak,” ujar dr. Fadli.
Contents
Kondisi saraf kejepit leher C3–C4 yang berat, ditangani dengan ACDF oleh dr. Christian Ariono
Dalam kasus ini, pasien mengalami penjepitan saraf yang berat di segmen C3–C4 hingga menimbulkan kelemahan pada kedua tangan dan kedua kaki. Kondisi tersebut terjadi karena bantalan tulang leher (diskus) sudah menekan saraf secara signifikan, sehingga membutuhkan tindakan operasi ACDF (Anterior Cervical Discectomy with Fusion) untuk mengganti bantalan yang bermasalah dan mengurangi tekanan pada saraf.
ACDF adalah prosedur operasi untuk menangani saraf terjepit di leher dengan cara mengangkat bantalan tulang leher (diskus) yang menekan saraf atau sumsum tulang belakang, kemudian menyatukan dua ruas tulang leher agar lebih stabil. Setelah diskus diangkat, dokter akan menempatkan implan berupa cage atau penyangga yang biasanya diisi cangkok tulang, serta dapat dilengkapi pelat dan sekrup logam untuk menjaga posisi tulang tetap stabil selama proses penyatuan berlangsung. Tindakan ini dilakukan melalui bagian depan leher sehingga akses ke area yang bermasalah lebih aman dan terkontrol.
Dengan menghilangkan tekanan pada saraf dan menstabilkan tulang leher, operasi ACDF bertujuan meredakan nyeri leher, nyeri yang menjalar ke lengan, kesemutan, hingga kelemahan otot, sekaligus membantu memulihkan fungsi saraf dan kualitas hidup pasien.
Tindakan ACDF di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf, dr. Christian Ariono, Sp.BS dengan dukungan penuh tim neurologi untuk menjaga keselamatan fungsi saraf pasien selama operasi.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi
Peran penting teknologi IOM dalam operasi bedah saraf
Teknologi IOM berfungsi sebagai sistem pemantauan saraf secara langsung selama operasi berlangsung. Dengan teknologi ini, kondisi saraf pasien dapat terus dipantau sehingga risiko cedera saraf dapat ditekan semaksimal mungkin.
dr. Fadli menjelaskan, “Kalau misalnya operator menyentuh sarafnya atau kena dekat dengan sarafnya, nanti akan terlihat di monitoring ini sehingga nanti kita bisa memperingatkan operator agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya.”
Dengan adanya peringatan dini dari sistem IOM, dokter bedah dapat segera menyesuaikan tindakan operasi agar tetap aman dan presisi, terutama pada area leher yang sangat sensitif dan vital.
Operasi saraf kejepit leher dengan teknologi IOM di RS Mandaya Puri dilakukan melalui kolaborasi erat antara dokter bedah saraf dan dokter spesialis neurologi. Selama prosedur berlangsung, dokter neurologi bertugas memantau sinyal saraf pasien, sementara dokter bedah fokus pada tindakan koreksi struktur tulang dan bantalan leher.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan tingkat keberhasilan operasi sekaligus meminimalkan risiko komplikasi pascaoperasi.
Baca juga: Pengobatan Saraf Kejepit dengan Laser PLDD Tanpa Sayatan Besar 0,8 Centimeter
Hasil operasi dan proses pemulihan pasien
Setelah tindakan operasi ACDF dengan dukungan IOM selesai dilakukan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Fungsi gerak pada kaki dan tangan mulai kembali, serta keluhan lain akibat penjepitan saraf berangsur membaik. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan saraf kejepit leher C3–C4 dengan teknologi yang tepat dapat memberikan hasil yang optimal bagi pasien.
Dengan hadirnya teknologi IOM, RS Mandaya Puri memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan bedah saraf yang lebih aman, presisi, dan berstandar tinggi. Teknologi ini menjadi solusi penting dalam operasi saraf kejepit leher, terutama pada kasus kompleks seperti C3–C4 yang memiliki risiko tinggi terhadap fungsi gerak dan kualitas hidup pasien.
Profil dan keahlian dr. Christian dan dr. Fadli di RS Mandaya Puri
Berikut ini adalah profil dan keahlian dr. Christian dan dr. Fadli di RS Mandaya Puri:
1. dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, khususnya pada area leher dan tulang belakang. Selain itu, beliau juga berkompeten dalam tindakan bedah tumor saraf, penanganan kelainan pembuluh darah otak, serta berbagai penyakit neurologis lainnya, termasuk meningitis.
Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dr. Christian menguasai berbagai teknik bedah saraf modern, mulai dari prosedur arthrospine hingga tindakan ACDF untuk kasus saraf terjepit dengan tingkat kompleksitas tinggi.
dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS berpraktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
2. dr. Nurul Fadli, Sp.N

dr. Nurul Fadli, Sp.N merupakan dokter spesialis saraf yang berpraktik di wilayah Jakarta Barat dan melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan elektroensefalografi (EEG) yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi saraf serta aktivitas listrik otak.
Melalui pemeriksaan EMG dan EEG, dr. Nurul Fadli berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosis berbagai gangguan neurologis, seperti saraf terjepit, epilepsi, hingga kelainan neuromuskular, termasuk myasthenia gravis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisinya.
dr. Nurul Fadli, Sp.N dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Senin: 18.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

