Saraf terjepit di leher segmen C3–C4 terjadi ketika bantalan tulang leher mengalami kerusakan atau penonjolan hingga menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan serius seperti nyeri leher, tangan kebas, hingga kelemahan pada lengan dan kaki. Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, dokter bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri, melakukan tindakan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) sebagai solusi bedah pada pasien dengan penjepitan saraf berat di leher C3–C4.
Pasien bernama Bapak Dilmar datang ke RS Mandaya Royal Puri datang dengan keluhan kelemahan pada kedua tangan dan kaki akibat penjepitan saraf yang berat di C3–C4. dr. Christian menjelaskan, “Kita akan melakukan operasi ACDF atau Anterior Cervical Discectomy and Fusion pada pasien dengan keluhan kelemahan di kedua tangan dan di kedua kakinya, karena bantalan di C3–C4-nya sudah menjepit berat sarafnya.”
Dua hari setelah menjalani operasi ACDF, kondisi Bapak Dilmar menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keluhan tangan kebas serta kelemahan pada tangan dan kaki berangsur membaik. “Kakinya sudah bisa bergerak, buang air kecilnya sudah teratasi, tangan juga sudah kuat. Sudah hampir seperti normal,” ujar istri Bapak Dilmar.
Contents
Apa itu tindakan ACDF untuk saraf terjepit leher bagian C3-C4?
Operasi ACDF adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk meredakan nyeri akibat saraf terjepit di leher. Dalam tindakan ini, dokter bedah akan mengangkat bantalan tulang (diskus) di antara ruas tulang leher yang bermasalah, kemudian menyatukan (fusi) ruas tulang tersebut agar lebih stabil.
Selain mengatasi saraf terjepit, operasi ACDF juga digunakan untuk menangani kondisi lain pada tulang leher, seperti peradangan atau pengapuran sendi, yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Secara umum, seperti ini prosedur ACDF yang akan dilakukan oleh dokter:
- Pasien diberikan anestesi umum oleh dokter anestesi sehingga tertidur sepenuhnya dan tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung.
- Dokter bedah membuat sayatan kecil sepanjang ±2–5 cm di bagian depan leher, biasanya secara horizontal di salah satu sisi. Saluran pernapasan dan saluran makanan kemudian digeser secara perlahan untuk membuka akses ke tulang leher.
- Bantalan tulang leher (diskus) yang mengalami kerusakan serta taji tulang (bone spur) yang menekan saraf diangkat. Pada kondisi tertentu, sebagian bagian depan ruas tulang leher juga dapat diangkat bila diperlukan.
- Setelah tekanan pada saraf berhasil dihilangkan, dokter melakukan proses fusi, yaitu menyatukan dua atau lebih ruas tulang leher. Proses ini berlangsung secara bertahap seiring waktu, mirip dengan proses penyembuhan tulang yang patah.
- Pada ruang bekas diskus yang diangkat, dokter menempatkan cangkok tulang atau implan berbentuk cincin logam berongga yang diisi serpihan tulang. Umumnya, tulang yang digunakan berasal dari bank tulang (donor).
- Untuk menjaga kestabilan tulang selama proses penyatuan, dokter memasang pelat dan sekrup logam di bagian depan tulang leher.
- Setelah seluruh struktur berada pada posisi yang tepat, area sayatan ditutup kembali dan prosedur operasi ACDF selesai dilakukan.
Manfaat operasi ACDF
Manfaat utama operasi ACDF adalah membantu mengurangi nyeri dan keluhan saraf yang dapat menurunkan kualitas hidup, seperti nyeri leher, nyeri yang menjalar ke lengan, kesemutan, hingga kelemahan otot. Dengan berkurangnya tekanan pada saraf, pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Selain itu, banyak pasien merasakan penurunan kebutuhan terhadap obat pereda nyeri setelah menjalani operasi ACDF. Pada sebagian kasus, setelah melalui masa pemulihan, pasien bahkan tidak lagi memerlukan obat nyeri secara rutin.
Profil dr. Christian Ariono, dokter bedah saraf ahli tangani saraf kejepit

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, terutama pada area leher dan tulang belakang. Selain itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam tindakan bedah tumor saraf, penanganan gangguan pembuluh darah otak, serta berbagai penyakit neurologis lainnya, termasuk meningitis.
Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dr. Christian menguasai beragam teknik bedah saraf modern, mulai dari prosedur arthrospine hingga tindakan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) untuk menangani kasus saraf terjepit dengan tingkat kompleksitas tinggi.
dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktek sebagai berikut:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

