Nyeri bahu yang tak kunjung membaik, terutama saat mengangkat tangan ke atas, sering kali dianggap sekadar pegal otot biasa. Padahal, keluhan tersebut bisa disebabkan oleh shoulder impingement syndrome, yaitu kondisi ketika jaringan otot atau tendon bahu terjepit di antara tulang sehingga menimbulkan nyeri, keterbatasan gerak, hingga gangguan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini kerap dialami oleh pasien usia produktif yang aktif berolahraga dengan gerakan overhead, seperti bulu tangkis, padel, atau aktivitas lain yang melibatkan angkat lengan berulang dalam jangka waktu lama.
Untuk menangani shoulder impingement syndrome secara tepat, dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K), dokter spesialis ortopedi konsultan bahu dan siku di RS Mandaya Royal Puri, melakukan tindakan shoulder arthroscopy (artroskopi bahu). Prosedur minimal invasif ini menggunakan teropong khusus yang dimasukkan melalui beberapa sayatan kecil untuk mengidentifikasi sumber penjepitan, kemudian merapikan permukaan tulang agar tidak lagi menekan otot atau tendon. Dengan pendekatan ini, nyeri bahu dapat diatasi secara lebih presisi, aman, dan membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Contents
Mengenal artroskopi bahu untuk atasi shoulder impingement syndrome
Shoulder impingement syndrome adalah kondisi ketika tulang-tulang di bahu saling bergesekan atau menjepit rotator cuff, yaitu kumpulan otot dan tendon yang berperan penting dalam pergerakan bahu. Kondisi ini terjadi saat terjadi pembengkakan di area bahu, sehingga ukuran rotator cuff menjadi lebih besar dan tidak lagi dapat bergerak dengan leluasa di antara tulang-tulang bahu.
Shoulder impingement memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah rotator cuff tendinitis, yaitu peradangan pada tendon rotator cuff yang sering menimbulkan nyeri, terutama saat mengangkat lengan atau melakukan gerakan di atas kepala.
Artroskopi bahu adalah tindakan operasi minimal invasif yang digunakan untuk mendiagnosis sekaligus menangani berbagai masalah pada bahu. Prosedur ini dapat dilakukan pada kondisi seperti robekan rotator cuff maupun shoulder impingement. Dibandingkan operasi terbuka, artroskopi bahu hanya memerlukan sayatan yang sangat kecil, masing-masing seukuran lubang kunci, sehingga trauma jaringan dapat diminimalkan.
Tindakan artroskopi bahu membantu dokter menemukan sumber nyeri bahu dan menanganinya secara langsung, terutama pada kasus yang tidak membaik dengan terapi nonbedah. Penanganan nonoperatif yang biasanya dicoba sebelumnya meliputi fisioterapi, konsumsi obat, suntikan, serta istirahat.
Apa keunggulan artroskopi bahu untuk atasi nyeri bahu?
Keunggulan tindakan artroskopi bahu antara lain:
- Dapat menjadi pilihan dibandingkan operasi terbuka, tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.
- Menggunakan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka, sehingga trauma jaringan lebih minimal.
- Risiko infeksi lebih rendah.
- Waktu pemulihan cenderung lebih singkat.
- Nyeri pascaoperasi dan kekakuan sendi umumnya lebih ringan dibandingkan operasi bahu konvensional.
Profil dr. Troy, dokter ortopedi ahli atasi gangguan di bahu

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) merupakan dokter spesialis ortopedi konsultan bahu yang telah berpengalaman menangani berbagai keluhan dan gangguan pada bahu. Beragam kasus yang sering beliau tangani meliputi cedera bahu akibat aktivitas olahraga, pengapuran sendi bahu, bahu kaku dan nyeri (frozen shoulder), dislokasi bahu, cedera otot bahu, hingga patah tulang bahu.
Menempuh pendidikan konsultan di Sports Medicine & Joint Center Funabashi Orthopaedic Hospital, Chiba, Jepang, dr. Troy memiliki kompetensi dalam penanganan gangguan bahu dan siku dengan teknik modern, seperti arthroscopy (operasi minimal invasif dengan sayatan kurang dari 1 cm) serta arthroplasty atau tindakan penggantian sendi.
Pendekatan layanan yang diberikan oleh dr. Troy bersifat komprehensif (one stop service), dimulai dari proses diagnosis yang menyeluruh, edukasi pasien, pemberian terapi obat, tindakan operasi bila diperlukan, hingga program fisioterapi untuk membantu pemulihan optimal.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi pasien. Pada tahap awal, dokter spesialis bahu umumnya akan merekomendasikan terapi konservatif berupa obat pereda nyeri dan fisioterapi. Namun, apabila keluhan tidak membaik, tindakan lanjutan seperti arthroscopy, arthroplasty, perbaikan rotator cuff, hingga rekonstruksi bahu dapat menjadi pilihan.
Berbagai kondisi yang dapat ditangani oleh dokter ortopedi konsultan bahu antara lain:
- Patah tulang bahu
- Cedera sendi bahu
- Pengapuran sendi bahu
- Bursitis
- Tendonitis
- Frozen shoulder
- Robekan rotator cuff
- Dislokasi bahu
- Shoulder impingement syndrome
- Cedera bahu akibat olahraga
- Cedera sendi sternoklavikular
- Tennis elbow.
Umumnya, pasien datang berkonsultasi ke dokter bahu apabila mengalami keluhan seperti:
- Nyeri pada bahu
- Nyeri bahu saat digunakan yang menjalar hingga ke siku
- Otot bahu terasa lemah
- Rasa kebas atau kesemutan
- Bunyi pada tulang saat bahu digerakkan
- Bahu terasa tidak stabil
- Sulit tidur karena nyeri bahu dalam berbagai posisi.
Dengan penanganan yang tepat dan teknologi medis yang mendukung, keluhan bahu dapat ditangani secara optimal agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Jadwal dr. Troy di RS Mandaya Royal Puri
dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

