Anterior cervical disc replacement (ACDR) adalah tindakan operasi pada tulang leher yang dilakukan untuk mengatasi masalah saraf terjepit akibat bantalan tulang belakang yang rusak. Pada tindakan ini, bantalan yang bermasalah digantikan dengan implan buatan yang bersifat mobile sehingga leher dapat bergerak secara alami seperti layaknya bantalan asli.
Di Mandaya Royal Hospital Puri, terdapat dokter bedah saraf yang ahli dalam melakukan tindakan ACDR untuk saraf terjepit, bahkan berpengalaman dalam melakukannya. Beliau adalah dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS.
Contents
Keunggulan ACDR
ACDR memiliki beberapa keunggulan:
- Resiko kekakuan lebih rendah
- Mempertahankan gerak leher lebih fungsional.
- Resiko operasi lebih rendah.
- Pemulihan lebih cepat
- Mengurangi beban pada ruas tulang sekitar.
Siapa yang cocok menjalani prosedur ACDR?
Tindakan operasi lebih coocok pada:
- Pasien dengan usia muda dan masih aktif berkegiatan
- Kondisi tulang leher yang masih baik dan memiliki struktur yang stabil
- Kerusakan bantalan yang hanya terjadi pada satu level ruas tulang belakang.
Dokter akan menggunakan teknologi MRI dan X-ray untuk memastikan apakah tindakan ACDR menjadi pilihan terbaik bagi pasien.
Apa Bedanya ACDR dengan ACDF?
Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) adalah tindakan bedah akibat masalah pada bantalan tulang dengan cara menggabungkan dua ruas tulang belakang menjadi satu struktur tulang.
Berbeda dengan ACDR yang mempertahankan gerak leher, ACDF justru menghilangkan pergerakan pada daerah yang dioperasi dan periode pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan ACDR.
Baca juga: ACDF vs Disc Replacement: Pilihan untuk Penanganan Saraf Kejepit di Leher dan Pinggang Bawah
Profil dan keahlian dr. Christian Ariono, dokter bedah saraf Mandaya yang ahli lakukan ACDR

dr. Christian Ariono adalah dokter spesialis bedah saraf yang menangani berbagai masalah pada otak dan saraf, seperti saraf kejepit, tumor otak dan saraf, gangguan pembuluh darah otak, serta penyakit infeksi otak seperti meningitis.
Beliau juga berpengalaman melakukan tindakan bedah tumor otak dengan teknologi fluorescence, laminektomi, serta memberikan konsultasi bedah saraf sesuai kebutuhan pasien.
Beliau menempuh pendidikan dokter dan spesialis bedah saraf di Universitas Padjadjaran serta aktif mengikuti berbagai pelatihan bedah saraf di dalam dan luar negeri. dr. Christian Ariono juga terhimpun dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dan selalu mengutamakan keselamatan serta kenyamanan pasien dalam setiap tindakan medis.
Jadwal praktek dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri
dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada hari:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

