Nyeri lutut akibat osteoarthritis (OA) sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada usia lanjut. Kondisi ini bahkan kerap membuat pasien harus mempertimbangkan tindakan operasi seperti total knee replacement. Namun, seiring berkembangnya teknologi medis, kini tersedia alternatif terapi yang lebih minimal invasif, salah satunya melalui injeksi stem cell.

Hal ini dirasakan langsung oleh pasien asal Singapura berusia 60 tahun, yang membagikan pengalamannya menjalani terapi injeksi stem cell untuk mengatasi nyeri lutut akibat osteoarthritis di RS Mandaya Royal Puri.
Contents
Mengalami osteoarthritis dan erosi patella
Pasien diketahui mengalami erosi pada patella (tempurung lutut) di kedua kakinya. Sebelumnya, ia bahkan telah menjalani total knee replacement pada lutut kanan. Meski operasi tersebut tidak menimbulkan nyeri berarti, proses pemulihannya berjalan cukup lambat dan masih berlangsung hingga satu tahun setelah tindakan.
Pada lutut lainnya, pasien masih merasakan nyeri yang cukup signifikan, terutama saat duduk terlalu lama atau menekuk lutut. Kondisi ini mendorongnya untuk mencari alternatif terapi selain operasi.
Kesempatan untuk mengenal terapi stem cell datang saat pasien menghadiri sebuah konferensi biologi di Singapura, di mana ia bertemu dengan orang-orang yang memperkenalkan terapi stem cell untuk regenerasi lutut. Setelah itu, pasien melakukan pemeriksaan rontgen dan mengirimkan hasilnya untuk ditinjau lebih lanjut.

Hasil evaluasi kemudian diteruskan ke RS Mandaya Royal Puri, dan ditinjau oleh dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K, yang menyatakan bahwa kondisi lutut pasien masih memiliki peluang untuk dilakukan regenerasi karena jaringan patella masih tersisa.
Baca juga: Terapi Stem Cell dan Secretome untuk Nyeri Lutut
Menjalani injeksi stem cell di RS Mandaya Royal Puri
Berdasarkan hasil evaluasi medis tersebut, pasien memutuskan untuk menjalani injeksi stem cell. Prosedur ini menjadi langkah awal dari rangkaian terapi regeneratif yang dijalaninya.
Sebelum terapi, pasien merasakan nyeri hampir setiap hari pada bagian dalam lututnya. Namun setelah injeksi stem cell dilakukan, ia mengaku merasakan perubahan yang sangat signifikan.
Terapi yang dijalani pasien tidak hanya berhenti pada satu kali injeksi stem cell. Setelah siklus pertama, terapi dilanjutkan dengan injeksi derivatif stem cell (secretome) yang berfungsi sebagai booster untuk membantu proses regenerasi patella.
Secara keseluruhan, terdapat enam kali rangkaian perawatan, dengan jadwal setiap dua minggu sekali. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan waktu bagi jaringan lutut untuk beregenerasi secara bertahap dan optimal.
Menurut pasien, pendekatan ini terasa sangat ilmiah dan realistis, karena dokter tidak menjanjikan hasil instan, melainkan menekankan pentingnya proses dan waktu.
Ditangani dokter yang transparan dan berhati-hati
Pasien juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan medis yang dilakukan oleh dr. Jecky. Ia menilai dr. Jecky menjelaskan kondisi dan terapi secara apa adanya, tanpa melebih-lebihkan hasil yang akan diperoleh.
Selama prosedur injeksi, dokter sangat memperhatikan kenyamanan pasien dan terus memantau tingkat nyeri yang dirasakan, bahkan menghentikan tindakan sementara bila diperlukan agar pasien tetap merasa nyaman.
Bagi pasien dengan osteoarthritis lutut yang belum ingin menjalani operasi, terapi stem cell dapat menjadi alternatif pengobatan yang layak dipertimbangkan. Pasien menyebut bahwa penurunan nyeri yang signifikan membuatnya kembali bisa merasakan perbedaan nyata dalam aktivitas sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa setelah nyeri berkurang, barulah pasien dapat merasakan bagaimana terapi regeneratif bekerja membantu pemulihan lutut secara bertahap.
Selain hasil klinis, pasien juga mengapresiasi pelayanan di RS Mandaya Royal Puri. Mulai dari VIP transport yang menjemput langsung dari hotel, layanan concierge, hingga suasana rumah sakit yang nyaman dan tidak terasa seperti rumah sakit pada umumnya.
Ia juga membandingkan waktu tunggu di RS Mandaya Royal Puri yang dinilainya jauh lebih singkat dibandingkan rumah sakit swasta di Singapura, sehingga membuat pengalaman berobat menjadi lebih efisien.
Terapi stem cell lutut di RS Mandaya Royal Puri
Pengalaman pasien asal Singapura ini menjadi salah satu contoh bagaimana terapi injeksi stem cell dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien osteoarthritis lutut, terutama bagi mereka yang ingin menunda atau menghindari operasi.
Dengan dukungan tim medis berpengalaman, fasilitas modern, serta pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pasien, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan solusi terapi regeneratif yang aman, terukur, dan berstandar internasional.
Jadwal dr. Jecky di RS Mandaya Royal Puri
dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 12.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
- Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

