Radang amandel atau tonsilitis merupakan peradangan pada jaringan amandel yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, dan sering ditandai dengan keluhan sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh atau terasa berulang dalam waktu lama. Selain nyeri saat menelan, radang amandel juga dapat disertai pembengkakan amandel, bau mulut, hingga rasa tidak nyaman di area tenggorokan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan radang amandel kini dapat dilakukan dengan teknologi modern yang bersifat minimal invasif, yaitu plasma coblation. Teknologi ini memungkinkan dokter menangani jaringan amandel yang bermasalah tanpa harus mengangkat amandel secara keseluruhan, sehingga fungsi alami imun tubuh tetap terjaga dan proses pemulihan pasien menjadi lebih nyaman.
Contents
Sakit tenggorokan tak kunjung sembuh dan gejala radang amandel lainnya
Selain sakit tenggorokan tak kunjung sembuh, radang amandel dapat menimbulkan gejala-gejala lainnya, seperti:
- Amandel tampak merah dan membengkak.
- Muncul lapisan atau bercak berwarna putih atau kuning pada permukaan amandel.
- Sakit tenggorokan.
- Kesulitan menelan atau nyeri saat menelan.
- Demam.
- Pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening di leher.
- Suara terdengar serak, teredam, atau berat.
- Bau mulut.
- Sakit perut.
- Nyeri leher atau leher terasa kaku.
- Sakit kepala.
Pada anak kecil yang belum mampu mengungkapkan keluhan secara jelas, gejala radang amandel dapat berupa:
- Air liur keluar berlebihan akibat sulit atau nyeri saat menelan.
- Menolak makan.
- Lebih rewel atau mudah menangis dibandingkan biasanya.
Penanganan radang amandel minim sayatan di RS Mandaya Puri, gunakan teknologi plasma coblation
Pada prosedur plasma coblation, dokter menggunakan alat khusus yang menyalurkan energi gelombang radio ke dalam larutan saline (garam fisiologis). Proses ini menghasilkan plasma, yaitu energi yang mampu memisahkan jaringan secara sangat presisi hingga ke tingkat mikroskopis, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan akurat.
Berbeda dengan teknik operasi konvensional yang mengandalkan suhu tinggi dan berisiko menyebabkan pembakaran jaringan, plasma coblation bekerja pada temperatur yang jauh lebih rendah. Karena tidak menimbulkan efek terbakar, jaringan di area tindakan tetap terjaga, risiko peradangan menjadi lebih kecil, dan proses pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat.
dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL, dokter spesialis THT RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan bahwa teknologi ini efektif untuk menangani radang amandel yang sering kambuh, serta dapat digunakan pada kasus pembesaran adenoid yang kerap menimbulkan sumbatan jalan napas dan memicu obstructive sleep apnea. Selain itu, prosedur plasma coblation juga memiliki durasi tindakan yang relatif singkat, yakni sekitar 10–15 menit, dengan waktu pemulihan yang umumnya lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.
Jika dibandingkan dengan metode operasi tradisional, plasma coblation menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya lebih aman dan nyaman bagi pasien, antara lain:
- Presisi tinggi, memungkinkan pengangkatan jaringan bermasalah secara akurat tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
- Menjaga fungsi amandel sebagai sistem imun, karena plasma coblation tidak mengangkat amandel secara keseluruhan, sehingga fungsi alami amandel sebagai sistem imun tetap terjaga.
- Risiko perdarahan lebih rendah, karena penutupan pembuluh darah berlangsung lebih optimal.
- Minim cedera akibat panas, berkat penggunaan suhu yang lebih rendah.
- Trauma jaringan lebih ringan, sehingga luka lebih kecil dan proses penyembuhan lebih cepat dengan fungsi jaringan tetap terjaga.
- Masa pemulihan lebih singkat, pasien dapat kembali makan, minum, dan berbicara lebih cepat.
- Nyeri pascaoperasi minimal, karena peradangan yang terjadi lebih sedikit.
- Prosedur lebih aman, dapat dilakukan pada anak maupun dewasa dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.
Dokter ahli radang amandel di RS Mandaya Puri, dr. Abdillah

dr. Abdillah merupakan dokter spesialis THT di RS Mandaya Royal Puri dan dikenal memiliki keahlian dalam menangani radang amandel. Ia telah mengikuti pelatihan intensif di Italia bersama Prof. Lino Di Rienzo Businco, pakar THT berkelas internasional yang berpengalaman menangani berbagai tokoh dunia, termasuk penyanyi ternama Andrea Bocelli dan legenda sepak bola Francesco Totti.
Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal penting bagi dr. Abdillah dalam menghadirkan layanan THT dengan standar global bagi pasien di Indonesia. Dengan kombinasi kompetensi medis, ketelitian, dan dedikasi tinggi, dr. Abdillah kerap menjadi dokter rujukan untuk penanganan modern berbagai gangguan THT, seperti sleep apnea, dengkuran, hingga masalah saluran pernapasan atas.
Selain menguasai prosedur plasma coblation untuk penanganan radang amandel, dr. Abdillah juga berpengalaman dalam melakukan balloon sinuplasty untuk sinusitis serta teknologi Quantum Molecular Resonance (QMR) dalam penanganan sleep apnea.
dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 12.00 WIB & 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

