fbpx

Pengalaman Pasien Saraf Terjepit Jalani Tindakan BESS dengan dr. Fachry di RS Mandaya Puri

Pengalaman Pasien Saraf Terjepit Jalani Tindakan BESS dengan dr. Fachry di RS Mandaya Puri

Saraf terjepit merupakan kondisi ketika saraf tulang belakang mengalami tekanan, baik akibat penonjolan bantalan tulang (diskus), penyempitan kanal tulang belakang, maupun pergeseran ruas tulang. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat pada punggung bawah, nyeri menjalar ke kaki, kesemutan, hingga keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang dialami oleh seorang pasien dengan saraf terjepit di segmen L4-L5 dan L5-S1, yang akhirnya memerlukan penanganan medis lanjutan.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, pasien menjalani tindakan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), sebuah teknik operasi minimal invasif pada tulang belakang, yang ditangani langsung oleh dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT (K) Spine di RS Mandaya Royal Puri. Dengan pendekatan endoskopi dua portal, tindakan BESS bertujuan membebaskan saraf yang terjepit dengan sayatan minimal, sehingga diharapkan pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat dan risiko komplikasi lebih rendah.

Konsultasi dokter

Nyeri saraf terjepit L4-L5 dan L5-S1 hingga tak bisa beraktivitas

Saraf terjepit di tulang belakang bagian bawah dapat menimbulkan nyeri yang sangat mengganggu, mulai dari nyeri bokong, punggung bawah, hingga menjalar ke kaki. Pada kasus tertentu, rasa sakit bisa terasa begitu hebat hingga penderitanya sulit duduk, berjalan, bahkan beristirahat. Kondisi inilah yang dialami oleh seorang pasien asal Brebes, yang selama hampir dua tahun merasakan nyeri berkepanjangan akibat saraf terjepit.

Awalnya, keluhan yang dirasakan lebih dominan pada lutut dan bokong, sehingga sempat diduga sebagai pengapuran biasa. Berbagai pengobatan nonoperatif pun telah dijalani, mulai dari akupunktur, fisioterapi, hingga terapi renang. Namun, kondisi semakin memburuk pada Agustus 2025, di mana nyeri terasa sangat hebat hingga membuat pasien tidak bisa duduk, tidur dengan nyaman, maupun beraktivitas sehari-hari. Hasil pemeriksaan MRI kemudian menunjukkan adanya saraf terjepit akibat penyempitan dan pengapuran di level L4-L5 dan L5-S1.

Konsultasi dokter

Baca juga: Rekomendasi Dokter Saraf Terjepit di Jakarta dan Tangerang

Ditangani dengan metode BESS oleh dr. Mohammad Fachry Lubis di RS Mandaya Puri

Setelah mendapatkan rujukan untuk berobat ke Jakarta, pasien akhirnya menjalani penanganan di RS Mandaya Royal Puri oleh dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT (K) Spine, dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang. Berdasarkan hasil evaluasi klinis dan MRI, dokter merekomendasikan tindakan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), yaitu teknik pembebasan saraf terjepit dengan metode endoskopi minimal invasif.

Tindakan BESS dilakukan melalui sayatan kecil dengan bantuan kamera endoskopi, sehingga memungkinkan pengikisan pengapuran dan pembebasan saraf secara lebih presisi. Keunggulan metode ini antara lain perdarahan yang minimal, risiko infeksi lebih rendah, serta nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, sehingga pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas. Setelah menjalani tindakan BESS, pasien merasakan perbaikan yang signifikan, di mana nyeri berangsur hilang, tubuh terasa lebih nyaman, dan aktivitas seperti berjalan, tidur, serta makan kembali normal.

Pengalaman ini menjadi bukti bahwa penanganan saraf terjepit dengan metode BESS oleh dokter yang berpengalaman dapat memberikan hasil yang optimal. Dengan pendekatan yang ramah dan menenangkan, dr. Mohammad Fachry Lubis tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga rasa aman dan nyaman bagi pasien selama proses pengobatan hingga pemulihan.

Konsultasi dokter

Baca juga: 6 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif

Profil dr. Fachry, dokter ahli tulang belakang di RS Mandaya Royal Puri

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT (K) Spine merupakan dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang yang saat ini berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Pendidikan kedokteran umum beliau diselesaikan di Universitas Sumatera Utara, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, serta subspesialis Konsultan Tulang Belakang di Universitas Indonesia.

Sebagai dokter ortopedi dengan kompetensi khusus di bidang tulang belakang, dr. Fachry memiliki pengalaman klinis yang luas serta komitmen tinggi dalam mengembangkan keilmuan. Beliau secara aktif mengikuti berbagai kursus dan pelatihan nasional maupun internasional guna mendukung penerapan teknik medis dan teknologi terkini dalam penanganan gangguan tulang belakang, di antaranya AO Spine Asia Pacific Cadaveric Sydney (2017), AO Trauma Chengdu (2016), Paris Shoulder Course (2017), North America Spine Society Bali (2017), serta AO Spine Advance Jakarta (2017).

Dalam praktik klinisnya, dr. Fachry menangani beragam kasus dan kelainan tulang belakang, mulai dari saraf terjepit, skoliosis, hingga kondisi kompleks seperti pergeseran tulang belakang, tumor pada saraf tulang belakang, serta patah tulang belakang. Beliau juga berpengalaman dalam penanganan cedera tulang belakang akibat olahraga serta berbagai keluhan nyeri dan gangguan saraf, seperti nyeri pinggang yang menjalar ke kaki, nyeri dari leher hingga kepala, nyeri bokong, serta nyeri punggung dan pinggang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Konsultasi dokter

Jadwal dr. Fachry di RS Mandaya Royal Puri

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada hari:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
  • Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes