fbpx

Tindakan Plasma Nucleoplasty dan BESS untuk Saraf Terjepit oleh dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri

Saraf terjepit akibat hernia nucleus pulposus (HNP) terjadi ketika bantalan tulang belakang (diskus) menonjol atau pecah sehingga menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pinggang, nyeri menjalar ke kaki, hingga keterbatasan aktivitas, terutama bila terjadi pada tulang belakang lumbal. Tingkat keparahan HNP pun bisa berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing segmen tulang belakang.

Pada kasus seorang pasien wanita muda, HNP ditemukan pada beberapa level tulang belakang lumbal dengan derajat keparahan yang bervariasi. Untuk memberikan hasil yang optimal dan minim trauma, tim dokter di RS Mandaya Royal Hospital Puri memilih pendekatan kombinasi, yakni plasma nucleoplasty dan operasi endoskopi BESS, yang dilakukan oleh dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS.

Konsultasi dokter

Kondisi saraf terjepit multiple level akibat HNP

Pada pasien ini, keluhan utama berupa nyeri pinggang yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari hasil pemeriksaan MRI, ditemukan hernia nucleus pulposus di beberapa level tulang belakang lumbal, yaitu L3–L4, L4–L5, dan L5–S1. Meski terjadi pada banyak segmen, tingkat keparahan HNP di tiap level tidak sama.

Beberapa segmen menunjukkan derajat ringan hingga sedang, sementara satu segmen lainnya mengalami penonjolan bantalan saraf yang lebih berat. Kondisi seperti ini memerlukan strategi penanganan yang tidak bisa disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan tingkat penekanan saraf di masing-masing level agar hasil terapi lebih optimal dan aman bagi pasien.

Kombinasi plasma nucleoplasty dan operasi BESS oleh dr. Christian Ariono

Untuk segmen dengan derajat HNP ringan hingga sedang, yaitu pada L3–L4 dan L5–S1, dokter memutuskan melakukan plasma nucleoplasty. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan di dalam diskus dengan teknologi plasma, sehingga penjepitan saraf dapat berkurang tanpa perlu operasi besar.

Sementara itu, pada level L4–L5, bantalan saraf tampak menonjol cukup berat sehingga diperlukan tindakan operasi. Pasien menjalani operasi endoskopi tulang belakang dengan teknik BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery) atau dikenal juga sebagai UBE. Teknik ini menggunakan dua sayatan kecil, masing-masing sekitar 5 mm, satu untuk kamera dan satu untuk instrumen operasi. Melalui pendekatan minimal invasif ini, dokter dapat membebaskan saraf yang terjepit sekaligus melakukan disektomi, yaitu mengangkat bagian diskus yang menonjol, dengan trauma jaringan yang minimal dan pemulihan yang lebih cepat.

Konsultasi dokter

Profil dr. Christian Ariono, dokter bedah saraf ahli tangani saraf terjepit

dr. Christian Ariono adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, termasuk yang disebabkan oleh hernia nucleus pulposus (HNP). Dalam praktiknya, beliau tidak hanya menerapkan tindakan plasma nucleoplasty, tetapi juga menguasai teknik arthrospine sebagai salah satu pendekatan penanganan saraf terjepit yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.

Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis melalui Program Residency Departemen Bedah Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran hingga selesai.

Sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan keahliannya di bidang bedah saraf, dr. Christian aktif mengikuti berbagai kursus, pelatihan, serta seminar ilmiah tingkat nasional dan internasional, di antaranya:

  • The 4th Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Bandung, Indonesia (2019)
  • Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, Jakarta, Indonesia (2019)
  • 23rd Annual Scientific Meeting of the Indonesian Society of Neurological Surgeon in conjunction with WFNS Educational Course, Yogyakarta, Indonesia (2019)
  • Bandung International Society of Pediatric Neurosurgeon Course, Bandung, Indonesia (2019)
  • 15th Asian Australasian Advanced Course of Pediatric Neurosurgery, Mito, Japan (2018)
  • Pediatric Neurosurgery Symposium, National University Hospital (NUH), Singapore (2017)
  • 2nd ISPN Educational Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2017).

Konsultasi dokter

Jadwal dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 16.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes