fbpx

4 Penyebab Jari Kaku saat Bangun Tidur, Waspadai Trigger Finger dan Osteoarthritis!

4 Penyebab Jari Kaku saat Bangun Tidur, Waspadai Trigger Finger dan Osteoarthritis!

Jari kaku saat bangun tidur merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama saat memasuki usia dewasa hingga lanjut. Kondisi ini dapat membuat jari terasa sulit digerakkan, nyeri, bahkan terkunci ketika pertama kali digunakan di pagi hari. Jari kaku di pagi hari tidak selalu terjadi karena kelelahan semata, tetapi bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sendi, tendon, atau jaringan di sekitar jari. Beberapa penyebab yang perlu diwaspadai antara lain trigger finger, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, hingga kontraktur Dupuytren.

Untuk menangani jari kaku saat bangun tidur secara tepat, diperlukan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter spesialis yang berpengalaman. RS Mandaya Royal Puri memiliki dokter spesialis ortopedi yang ahli dalam menangani berbagai gangguan pada jari dan tangan, yaitu dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K. Dengan dukungan fasilitas medis dan teknologi yang memadai, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan layanan komprehensif untuk membantu pasien mendapatkan diagnosis akurat dan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Konsultasi dokter

Penyebab jari kaku saat bangun tidur, mulai dari trigger finger hingga osteoarthritis

Berikut ini adalah penyebab-penyebab jari kaku saat bangun tidur yang perlu diwaspadai:

1. Trigger finger 

Trigger finger terjadi akibat penebalan pada selubung tendon fleksor, sehingga tendon tidak dapat bergerak dengan lancar. Kondisi ini sering menyebabkan jari terkunci dalam posisi menekuk saat bangun tidur, sehingga penderita harus meluruskan jari secara manual dan menimbulkan sensasi seperti bunyi “klik”. Penyempitan biasanya terjadi pada pulley A1 di sekitar sendi pangkal jari.

Gejala khas trigger finger meliputi jari kaku saat bangun tidur, sulit meluruskan jari sendiri, serta adanya benjolan kecil yang dapat diraba di pangkal jari. Jari manis dan ibu jari merupakan bagian yang paling sering terkena, meskipun tidak menutup kemungkinan beberapa jari mengalami kondisi ini secara bersamaan.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Ahli Trigger Finger (Jari Kaku dan Nyeri) di Jakarta Barat dan Tangerang

2. Osteoarthritis

Osteoarthritis menyebabkan kerusakan tulang rawan di antara sendi jari, sehingga terjadi gesekan langsung antar tulang. Kondisi ini sering menyerang sendi jari terdekat dengan ujung jari (distal interphalangeal joints) dan sendi jari bagian tengah (proximal interphalangeal joints), yang ditandai dengan munculnya benjolan tulang yang dikenal sebagai nodus Heberden dan nodus Bouchard. Akibatnya, penderita kerap mengalami jari kaku saat bangun tidur, meskipun kekakuan ini umumnya berlangsung kurang dari 30 menit dan dapat memburuk saat terjadi perubahan kelembapan udara.

Selain itu, sendi pangkal ibu jari (carpometacarpal joint) juga sering mengalami osteoarthritis, sehingga menimbulkan kesulitan saat menggenggam atau mencubit benda. Saat jari digerakkan, dapat muncul sensasi bunyi atau gesekan (crepitus). Kekakuan sendi juga dapat kembali muncul setelah jari tidak digunakan dalam waktu tertentu sepanjang hari, sehingga membuat jari kaku di pagi hari maupun setelah beraktivitas ringan.

3. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang menyerang lapisan sinovial pada sendi, sehingga menyebabkan peradangan yang berlangsung lebih dari satu jam setiap pagi. Kondisi ini sering mengenai sendi buku jari (metacarpophalangeal joints) dan sendi jari bagian tengah secara simetris, artinya kedua tangan terdampak dengan pola yang sama. Jari kaku saat bangun tidur pada rheumatoid arthritis biasanya disertai rasa hangat, nyeri, dan pembengkakan yang tampak jelas.

Penyakit ini memiliki pola kambuh (flare) dan remisi. Saat fase kambuh, jari kaku di pagi hari dapat berlangsung sepanjang hari dan kekuatan genggaman menurun secara signifikan. Jika tidak ditangani, seiring waktu dapat terjadi deviasi ulnar, yaitu kondisi ketika jari-jari perlahan bergeser ke arah jari kelingking.

4. Kontraktur Dupuytren

Kontraktur Dupuytren terjadi akibat penebalan jaringan fasia telapak tangan yang membentuk struktur seperti tali, sehingga menarik jari ke arah telapak tangan. Kondisi ini paling sering menyerang jari manis dan jari kelingking, yang secara perlahan menjadi semakin menekuk. Jari kaku di pagi hari dapat menyertai kondisi ini, namun berbeda dengan penyebab lain, kekakuan tidak membaik meskipun jari digerakkan.

Penyakit ini berkembang melalui beberapa tahap, mulai dari munculnya nodul, pembentukan jaringan menyerupai tali, hingga kontraktur jari permanen. Ketidakmampuan meletakkan telapak tangan secara rata di atas permukaan datar (table-top test) menjadi tanda bahwa kondisi telah berkembang dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Konsultasi dokter

Dokter ortopedi ahli tangan jari kaku di RS Mandaya Royal Puri

dr. Jecky merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi sekaligus konsultan yang memiliki keahlian khusus dalam menangani berbagai gangguan pada jari, tangan, siku, hingga bahu. Beliau berpengalaman melakukan tindakan kompleks, mulai dari penyambungan jari akibat cedera berat seperti amputasi traumatik, hingga koreksi kelainan bawaan jari seperti sindaktili dan polidaktili. Seluruh prosedur tersebut dikerjakan dengan teknik bedah mikro (microsurgery) yang menuntut presisi tinggi serta kompetensi khusus di bidangnya.

Selain menangani carpal tunnel syndrome (CTS), dr. Jecky juga berfokus pada berbagai kasus ortopedi lainnya, seperti trigger finger (jari pelatuk), patah tulang pergelangan tangan dan tangan, kista ganglion, cedera tendon akut, hingga cubital tunnel syndrome yang berkaitan dengan penekanan saraf di area siku. Tidak hanya tindakan bedah, beliau juga menyediakan terapi stem cell ortopedi sebagai bagian dari pendekatan pengobatan modern untuk gangguan pada jari dan tangan.

Riwayat pendidikan dr. Jecky dimulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan (S2) serta menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di universitas yang sama. Untuk memperkuat kompetensi klinisnya, dr. Jecky mengikuti berbagai pelatihan lanjutan, termasuk Comprehensive Course in Musculoskeletal Pain Intervention and Regeneration di Precursor Universitas Padjadjaran, Bandung.

Beliau juga telah lulus Ujian Sertifikasi Nasional Fisiologi Olahraga dan memperoleh gelar AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis). Selain itu, dr. Jecky menuntaskan pendidikan subspesialis/konsultan Hand, Upper Limb, and Microsurgery di RSUD dr. Soetomo/Universitas Airlangga, Surabaya. Kompetensi internasionalnya diperkuat dengan sertifikasi dari World Institute of Pain (WIP) sebagai Certified Interventional Pain Sonologist (CIPS) yang diperoleh di Budapest, Hungaria.

Konsultasi dokter

WALANT, metode modern penanganan trigger finger di RS Mandaya Royal Puri

Teknik WALANT (Wide Awake Local Anesthesia No Tourniquet) merupakan metode modern yang digunakan untuk menangani trigger finger tanpa bius total dan tanpa penggunaan torniket. Pada prosedur ini, anestesi lokal diberikan langsung pada area jari atau telapak tangan, sehingga pasien tetap sadar selama tindakan berlangsung. Dengan teknik WALANT, pelepasan tendon yang meradang dapat dilakukan secara lebih akurat, dengan nyeri minimal dan tingkat kenyamanan yang lebih optimal.

Beberapa keunggulan teknik WALANT untuk penanganan trigger finger antara lain:

  • Tidak memerlukan anestesi umum, sehingga risiko efek samping pembiusan lebih rendah
  • Tanpa penggunaan torniket, membuat prosedur lebih nyaman
  • Pasien tetap sadar dan dapat langsung menggerakkan jari untuk memastikan fungsi tendon kembali normal
  • Waktu tindakan relatif lebih singkat dan efisien
  • Risiko perdarahan lebih minimal berkat efek vasokonstriksi dari anestesi lokal
  • Masa pemulihan cenderung lebih cepat
  • Aman bagi pasien dengan kondisi medis tertentu yang tidak dianjurkan menjalani bius total
  • Pasien umumnya dapat langsung pulang dan kembali beraktivitas di hari yang sama setelah prosedur selesai.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes