fbpx

Tendinitis Akibat Padel, Kenali Gejala dan Pengobatannya Ini

Tendinitis Akibat Padel, Kenali Gejala dan Pengobatannya Ini

Tendinitis adalah peradangan pada jaringan tebal dan berserat yang berfungsi menghubungkan otot dengan tulang, yang disebut tendon. Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri dan rasa sakit saat ditekan, terutama di area sekitar sendi.

Tendinitis dapat terjadi pada tendon mana saja, namun paling sering ditemukan di sekitar bahu, siku, pergelangan tangan, lutut, dan tumit. Pada olahraga padel, gerakan ayunan raket yang dilakukan berulang, perubahan arah yang cepat, serta aktivitas menggenggam yang intens dapat memberikan tekanan berlebih pada tendon. Jika tidak diimbangi dengan teknik yang tepat dan istirahat yang cukup, pemain padel berisiko mengalami tendinitis yang dapat mengganggu performa dan aktivitas sehari-hari.

Di RS Mandaya Royal Puri, kami memiliki dokter spesialis ortopedi yang ahli menangani cedera padel, terutama di bagian anggota gerak bagian atas, beliau adalah dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K.

Konsultasi dokter

Mengenal gejala-gejala tendinitis

Gejala tendinitis umumnya muncul di area tempat tendon menempel pada tulang. Beberapa gejala yang sering dirasakan antara lain:

  • Nyeri yang biasanya terasa seperti pegal atau nyeri tumpul, terutama saat menggerakkan anggota tubuh atau sendi yang mengalami cedera
  • Rasa sakit saat ditekan (tenderness)
  • Pembengkakan ringan di area yang terdampak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, tendinitis dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hingga robekan pada tendon. Pada kondisi robekan tendon yang berat atau terjadi secara menyeluruh, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki fungsi tendon tersebut.

Konsultasi dokter

Penyebab tendinitis pada olahraga padel

Tendinitis dapat disebabkan oleh cedera yang terjadi secara tiba-tiba. Namun, dalam banyak kasus, kondisi ini lebih sering muncul akibat gerakan yang dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Sebagian besar orang mengalami tendinitis karena pekerjaan atau hobi yang menuntut pengulangan gerakan yang sama, sehingga memberikan tekanan berlebih pada tendon.

Dalam olahraga padel, gerakan mengayun raket, memukul bola, serta aktivitas menggenggam yang dilakukan berulang-ulang dapat meningkatkan risiko terjadinya tendinitis. Oleh karena itu, teknik gerakan yang benar sangat penting, terutama saat melakukan aktivitas olahraga secara rutin. Gerakan yang kurang tepat dapat menyebabkan beban berlebihan pada tendon dan akhirnya memicu terjadinya tendinitis.

Konsultasi dokter

Pengobatan Tendinitis

Pengobatan tendinitis dapat dilakukan dengan beberapa metode, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi yang dialami pasien. Berikut beberapa pilihan penanganan yang umum dilakukan:

1. Obat-obatan

Obat yang digunakan untuk mengatasi tendinitis antara lain:

  • Pereda nyeri. Aspirin, naproxen sodium, ibuprofen, atau acetaminophen dapat membantu meredakan nyeri akibat tendinitis. Namun, sebagian obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan lambung, serta masalah pada ginjal atau hati jika digunakan dalam jangka panjang. Selain obat minum, krim atau salep pereda nyeri juga dapat dioleskan langsung ke kulit untuk membantu mengurangi rasa sakit tanpa menimbulkan efek samping sistemik.
  • Suntikan steroid. Pemberian suntikan steroid di sekitar tendon dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan akibat tendinitis. Namun, metode ini tidak dianjurkan untuk tendinitis yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Suntikan steroid yang dilakukan berulang kali dapat melemahkan tendon dan meningkatkan risiko robekan.

2. Fisioterapi

Latihan fisioterapi dapat membantu memperkuat otot dan tendon. Salah satu metode yang efektif untuk kondisi tendinitis kronis adalah latihan penguatan eksentrik, yaitu latihan yang menekankan kontraksi otot saat otot sedang memanjang.

3. Tindakan operasi dan prosedur lainnya 

Jika fisioterapi belum mampu mengatasi keluhan, dokter dapat merekomendasikan beberapa tindakan lanjutan, seperti:

  • Dry needling. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan panduan USG, yaitu dengan membuat lubang-lubang kecil pada tendon menggunakan jarum halus untuk merangsang proses penyembuhan tendon.
  • Operasi. Pada kasus cedera tendon yang berat, terutama jika tendon terlepas dari tulang, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Konsultasi dokter

Dokter ahli tendinitis di RS Mandaya Royal Puri, dr. Jecky

Untuk menangani cedera akibat padel yang mengenai ekstremitas atas, seperti tendinitis pada siku, lengan, hingga bahu, RS Mandaya Royal Puri didukung oleh dokter spesialis ortopedi yang kompeten, yaitu dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K. Dengan pengalaman menangani banyak pasien cedera olahraga, khususnya padel, beliau memahami secara mendalam pola dan karakteristik cedera yang sering terjadi pada anggota gerak bagian atas.

dr. Jecky merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan dengan fokus keahlian pada jari, tangan, siku, dan bahu. Beliau berpengalaman melakukan berbagai tindakan ortopedi tingkat lanjut, termasuk penyambungan jari akibat amputasi traumatik serta penanganan kelainan bawaan seperti sindaktili dan polidaktili. Seluruh prosedur tersebut dilakukan menggunakan teknik bedah mikro (microsurgery) yang menuntut ketelitian tinggi guna mengembalikan fungsi dan struktur jaringan secara optimal.

Riwayat pendidikan dr. Jecky dimulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, kemudian dilanjutkan dengan program Magister Kesehatan (S2) serta Pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di universitas yang sama. Untuk terus mengembangkan kompetensi klinis, beliau mengikuti berbagai pelatihan lanjutan, salah satunya Comprehensive Course in Musculoskeletal Pain Intervention and Regeneration di Precursor Universitas Padjadjaran, Bandung, serta lulus Ujian Sertifikasi Nasional Fisiologi Olahraga dengan gelar AIFO-K. Keahliannya semakin lengkap setelah menyelesaikan pendidikan subspesialis/konsultan Hand, Upper Limb, and Microsurgery di RSUD dr. Soetomo bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Surabaya, serta memperoleh sertifikasi internasional dari World Institute of Pain (WIP) sebagai Certified Interventional Pain Sonologist (CIPS) di Budapest, Hungaria.

Jadwal praktek dr. Jecky, dokter ortopedi ahli cedera siku di RS Mandaya Royal Puri

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 12.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes