fbpx

Operasi Hernia Perut Metode Minim Sayatan di Mandaya Royal Hospital Puri

Operasi Hernia Perut Metode Minim Sayatan di Mandaya Royal Hospital Puri

Hernia perut merupakan kondisi ketika organ atau jaringan di dalam rongga perut menonjol keluar melalui celah atau bagian otot perut yang melemah. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya benjolan di area perut atau selangkangan yang dapat terasa nyeri, terutama saat berdiri lama, mengangkat beban berat, batuk, atau mengejan. Gejala lain yang dapat menyertai antara lain rasa tidak nyaman, perih, hingga nyeri yang semakin berat. Penanganan hernia perut bergantung pada tingkat keparahan, namun tindakan operasi menjadi pilihan utama untuk memperbaiki kelemahan dinding perut dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Sebagai solusi penanganan yang lebih modern, operasi hernia perut di Mandaya Royal Hospital Puri dilakukan dengan metode minimal invasif atau minim sayatan. Teknik ini dirancang untuk mengurangi nyeri pasca operasi, mempercepat proses pemulihan, serta meminimalisir risiko komplikasi. Tindakan operasi ditangani langsung oleh dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K), dokter spesialis bedah digestif berpengalaman yang memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kasus hernia perut secara aman dan efektif.

Konsultasi dokter

Operasi hernia perut metode minim sayatan di RS Mandaya Royal Puri oleh dr. Emerson

Operasi hernia dengan metode minim sayatan atau laparoskopi merupakan tindakan bedah minimal invasif yang dilakukan melalui beberapa sayatan kecil pada area perut. Prosedur ini menggunakan kamera khusus (laparoskop) dan alat bedah modern untuk mengembalikan jaringan atau organ yang menonjol ke posisi semula, kemudian memperkuat dinding perut dengan pemasangan mesh. 

Dibandingkan operasi terbuka, metode ini umumnya menimbulkan nyeri yang lebih ringan serta memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat. Operasi hernia minim sayatan dapat diterapkan pada berbagai jenis hernia, seperti hernia inguinal, ventral, maupun hernia berulang, dan biasanya dilakukan dengan anestesi umum.

Tahapan operasi hernia metode minim sayatan:

  • Pemberian anestesi: Pasien diberikan anestesi umum agar tertidur dan tidak merasakan nyeri selama tindakan.
  • Pembuatan sayatan kecil: Dokter membuat beberapa sayatan kecil, umumnya sekitar 3–4 titik, di area perut, sering kali di sekitar pusar.
  • Pengembangan rongga perut: Rongga perut diisi dengan gas karbon dioksida untuk menciptakan ruang kerja dan memudahkan visualisasi.
  • Penggunaan kamera dan alat bedah: Laparoskop dan instrumen bedah dimasukkan melalui sayatan untuk melihat dan memperbaiki area hernia.
  • Perbaikan hernia: Kantong hernia dikembalikan ke posisi semula, lalu area yang lemah diperkuat dengan pemasangan mesh.
  • Penutupan sayatan: Setelah prosedur selesai, sayatan ditutup menggunakan jahitan atau plester khusus bedah.

Konsultasi dokter

Apa keunggulan operasi hernia metode minim sayatan?

Operasi hernia dengan metode minim sayatan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan operasi terbuka, antara lain:

  • Nyeri lebih ringan: Rasa nyeri setelah operasi umumnya lebih minimal karena sayatan yang lebih kecil.
  • Pemulihan lebih cepat: Pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat.
  • Bekas luka lebih kecil: Sayatan kecil membuat bekas luka lebih halus dan nyaris tidak terlihat setelah sembuh.
  • Perbaikan kedua sisi sekaligus: Pada kasus tertentu, hernia di kedua sisi dapat ditangani dalam satu prosedur operasi.

Profil dan jadwal praktek dr. Emerson di RS Mandaya Royal Puri

dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp. BD(K) merupakan dokter spesialis bedah digestif yang berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan pada sistem pencernaan. Beliau menangani beragam kasus, mulai dari batu empedu, usus buntu, hernia, hingga kanker saluran cerna seperti kanker hati dan kanker usus besar. Dalam praktiknya, dr. Emerson dikenal mengedepankan penanganan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi pasien. Beliau juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IABI).

Latar belakang pendidikan dr. Emerson ditempuh secara berjenjang di Universitas Diponegoro, Semarang. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum, kemudian melanjutkan ke Program Studi Spesialis Bedah Umum, hingga meraih pendidikan Konsultan Bedah Digestif di universitas yang sama, sebagai bekal keahlian dalam menangani kasus bedah saluran cerna secara komprehensif.

dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 10.00 – 13.00 WIB
  • Rabu: 10.00 – 13.00 WIB

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes