fbpx

Mengenal Disfonia Spasmodik: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

Mengenal Disfonia Spasmodik, Gangguan Saraf yang Dialami oleh Penyanyi Nadin Amizah

Disfonia spasmodik adalah gangguan saraf yang terjadi akibat kejang atau spasme tidak terkendali pada otot-otot kotak suara (laring). Kondisi ini menyebabkan suara terdengar terputus-putus, tegang, tercekik, atau seperti tertahan saat berbicara.

Gangguan ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari sulit mengucapkan satu atau dua kata hingga tidak mampu berbicara sama sekali. disfonia spasmodik merupakan kondisi jangka panjang yang berlangsung seumur hidup. Gangguan ini lebih sering dialami oleh wanita, dengan gejala yang umumnya mulai muncul pada usia antara 30 hingga 50 tahun.

Konsultasi dokter

Apa penyebab dan gejala disfonia spasmodik?

Disfonia spasmodik bermula dari gangguan pada bagian otak yang disebut basal ganglia. Area otak ini berperan penting dalam mengatur dan mengoordinasikan gerakan otot yang terjadi secara tidak disadari. 

Gangguan sinyal dari otak tersebut menyebabkan otot-otot pada laring dan pita suara mengalami kejang atau spasme, yang kemudian memengaruhi kualitas suara saat berbicara.

Gejala disfonia spasmodik umumnya mulai muncul pada usia paruh baya, yaitu antara 30-60 tahun. Perubahan suara dapat terjadi secara hilang timbul sehingga sulit diprediksi kapan suara akan tiba-tiba terdengar berbeda. 

Suara yang dihasilkan dapat terdengar:

  • Terdengar tegang dan tertahan
  • Serak dan kasar
  • Berangin, lemah, atau seperti berbisik
  • Terputus-putus karena suara tertentu tiba-tiba terhenti saat berbicara
  • Bergetar atau gemetar.

Stres, termasuk stres saat berbicara melalui telepon, berbicara di depan banyak orang, atau berada di lingkungan yang bising, dapat memperburuk gejala yang dialami.

Konsultasi dokter

Bagaimana cara menangani disfonia spasmodik?

Hingga saat ini, disfonia spasmodik belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, tersedia berbagai pilihan terapi yang bertujuan untuk mengurangi kejang pada pita suara dan membantu memperbaiki kualitas bicara. Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan meliputi:

1. Suntikan botox

Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf yang memicu kejang otot pada pita suara, sehingga proses berbicara menjadi lebih mudah. Efek suntikan ini umumnya bertahan hingga sekitar empat bulan, sehingga diperlukan suntikan ulang secara berkala untuk mempertahankan manfaatnya.

2. Terapi suara

Terapi suara dilakukan bersama terapis wicara (Speech-Language Pathologist/SLP) yang akan mengajarkan latihan khusus untuk membantu penggunaan suara yang lebih efektif. Terapi ini biasanya memberikan hasil terbaik jika dikombinasikan dengan suntikan Botox®.

3. Alat bantu komunikasi

Pasien juga dapat memanfaatkan teknologi pendukung, seperti alat yang memperkuat suara atau aplikasi yang mengubah teks yang diketik menjadi suara, untuk membantu komunikasi sehari-hari.

4. Tindakan Operasi

Terdapat dua jenis prosedur bedah yang dapat dipertimbangkan untuk menangani adductor spasmodic dysphonia, yaitu jenis disfonia spasmodik di mana pita suara terlalu rapat:

  • Type II thyroplasty

Prosedur ini bertujuan untuk memberi jarak antar pita suara. Dokter bedah akan menyesuaikan jaringan penyangga pada kotak suara yang berfungsi menahan posisi pita suara.

  • Selective Laryngeal Adductor Denervation-Reinnervation (SLAD-R)

Tindakan ini mengubah jalur sinyal saraf dari otak ke pita suara. Dokter bedah akan memutus sebagian saraf yang digunakan untuk berbicara, kemudian menyambungkannya kembali ke saraf lain agar sinyal yang diterima menjadi lebih terkendali.

Perlu diketahui bahwa tindakan operasi untuk spasmodic dysphonia masih menjadi perdebatan. Manfaat yang diperoleh tidak selalu bertahan lama pada setiap pasien, dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa manfaat operasi benar-benar lebih besar dibandingkan risikonya.

Konsultasi dokter

Pusat Neuromuskular Mandaya, miliki fasilitas canggih dan bisa tangani penyakit saraf langka

Pusat Neuromuskular Mandaya adalah pusat layanan spesialis di Mandaya Royal Hospital Puri yang fokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit saraf dan otot (neuromuskular), termasuk kondisi langka seperti ALS, Myasthenia Gravis, dan Guillain-Barré Syndrome, menawarkan penanganan komprehensif dengan tim dokter ahli dan teknologi canggih seperti EMG lengkap untuk mengatasi gangguan otot yang dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan. 

Layanan Utama:

  • Penanganan Penyakit Saraf & Otot: Mulai dari yang umum (saraf kejepit) hingga yang langka (ALS, Myasthenia Gravis).
  • Diagnosis Dini & Akurat: Menggunakan teknologi seperti mesin EMG untuk deteksi gangguan saraf dan otot secara detail.
  • Tim Dokter Ahli: Didukung oleh tim neurolog (spesialis saraf) yang berpengalaman menangani kondisi neuromuskular.
  • Fasilitas Lengkap: Laboratorium untuk pemeriksaan genetik dan fasilitas untuk penanganan menyeluruh di satu tempat. 

Pusat Neuromuskular Mandaya didukung oleh dokter spesialis saraf yang memiliki keahlian khusus dalam menangani berbagai penyakit saraf, termasuk kasus neuromuskular yang tergolong langka. Salah satunya adalah dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. yang berpengalaman dalam penanganan penyakit saraf autoimun seperti Myasthenia Gravis (MG).

Selain penyakit autoimun, dr. Luh Ari juga memiliki kompetensi dalam menangani beragam gangguan saraf langka lainnya. Beberapa di antaranya meliputi Stiff Person Syndrome (SPS), Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), hingga Guillain-Barré Syndrome (GBS), sehingga Pusat Neuromuskular Mandaya menjadi rujukan untuk penanganan kasus neuromuskular kompleks.

dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Kamis: 17.30 – 20.00 WIB 
  • Sabtu: 14.00 – 18.00 WIB

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes