Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga penglihatan tampak buram, berkabut, atau seperti tertutup asap. Kondisi ini umumnya berkembang secara bertahap dan sering dialami seiring bertambahnya usia, meskipun dapat juga dipicu oleh faktor lain seperti diabetes, cedera mata, atau penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. Pada metode operasi katarak konvensional, pengangkatan lensa keruh biasanya dilakukan melalui sayatan yang relatif lebih besar, dengan waktu tindakan dan pemulihan yang cenderung lebih lama dibandingkan teknik yang lebih modern.
Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia operasi katarak modern di RS Mandaya Puri dengan teknik fakoemulsifikasi dengan durasi prosedur yang lebih singkat dan sebagian besar pasien bisa langsung pulang setelahnya.
Contents
Mengenal operasi katarak metode fakoemulsifikasi di RS Mandaya Puri
Operasi katarak teknik fakoemulsifikasi adalah prosedur bedah minimal invasif yang digunakan untuk mengangkat katarak pada mata. Teknik ini dirancang untuk memberikan penanganan yang lebih aman dan nyaman bagi pasien, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan metode operasi katarak konvensional.
Dalam prosedur ini, dokter menggunakan energi ultrasonik untuk memecah lensa mata alami yang telah keruh menjadi bagian-bagian kecil. Fragmen lensa tersebut kemudian disedot keluar melalui sayatan yang sangat kecil, sehingga jaringan di sekitar mata tetap terjaga dengan baik.
Setelah lensa keruh diangkat, lensa buatan atau intraocular lens (IOL) akan dipasang untuk menggantikan fungsi lensa alami. Metode ini memungkinkan proses pemulihan berlangsung lebih cepat, sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas dibandingkan dengan teknik operasi katarak tradisional.
Baca juga: Rekomendasi Dokter Mata di Jakarta dan Tangerang Beserta Jadwalnya
Apa keunggulan operasi katarak metode fakoemulsifikasi?
Keunggulan operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi dibandingkan metode operasi katarak konvensional antara lain sebagai berikut:
1. Minimal invasif
Sayatan yang dibuat pada operasi fakoemulsifikasi sangat kecil, sehingga trauma pada mata lebih minim dan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.
2. Nyeri pascaoperasi lebih ringan
Karena bersifat minimal invasif, tingkat nyeri dan ketidaknyamanan setelah tindakan umumnya lebih rendah. Banyak pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari setelah operasi.
3. Risiko komplikasi lebih rendah
Sayatan yang kecil serta dukungan teknologi modern dapat menurunkan risiko komplikasi, seperti infeksi atau perdarahan. Prosedur ini juga dilakukan secara rawat jalan, sehingga tidak memerlukan perawatan yang lama.
4. Hasil penglihatan lebih optimal
Ketepatan alat ultrasonik membantu memberikan hasil penglihatan yang lebih jernih dan tajam setelah operasi.
5. Pilihan lensa intraokular yang beragam
Pasien dapat memilih berbagai jenis lensa intraokular, mulai dari lensa monofokal, multifokal, hingga torik, sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing.
Baca juga: Penanganan Mata Katarak Metode Bedah Minim Luka di Mandaya Royal Hospital Puri
Bagaimana prosedur operasi katarak teknik fakoemulsifikasi dilakukan?
Secara umum, berikut ini adalah prosedur operasi katarak teknik fakoemulsifikasi:
- Pemberian anestesi: Anestesi topikal atau lokal diberikan untuk mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman. Area sekitar mata disterilkan sebelum tindakan dimulai.
- Pembuatan sayatan kecil: Kelopak mata ditahan terbuka menggunakan speculum. Dokter membuat sayatan kecil di sisi kornea untuk mengakses katarak, kemudian menyuntikkan cairan khusus guna melepaskan katarak dari kapsulnya.
- Memasukkan probe ultrasonik: Probe ultrasonik berukuran kecil dimasukkan melalui sayatan untuk memancarkan gelombang ultrasonik yang memecah lensa mata yang keruh.
- Pengangkatan katarak: Lensa yang telah dipecah dan diemulsifikasi kemudian disedot keluar dari mata.
- Pemasangan lensa intraokular: Lensa buatan ditanamkan untuk menggantikan lensa alami yang rusak. Sayatan kecil umumnya menutup dan sembuh sendiri tanpa memerlukan jahitan.
Dokter mata ahli operasi katarak teknik fakoemulsifikasi di RS Mandaya Puri

Tindakan operasi katarak metode fakoemulsifikasi di RS Mandaya Puri dilakukan oleh dokter spesialis mata berpengalaman dan ahli di bidangnya, salah satunya dr. Olly Congga Sp.M.
dr. Olly adalah dokter spesialis mata yang menyelesaikan pendidikan Dokter Umum sekaligus Spesialis Mata di Universitas Hasanuddin. Untuk meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu oftalmologi, beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan, kursus, serta seminar berskala nasional maupun internasional, di antaranya 32nd Annual Meeting of the Asia-Pacific Association of Cataract and Refractive Surgery di Kyoto pada Oktober 2019 serta 34th Asia-Pacific Academy of Ophthalmology Congress di Bangkok pada Maret 2019 sebagai peserta.
Dalam praktiknya, dr. Olly menangani beragam tindakan di bidang kesehatan mata. Beberapa layanan yang dapat dilakukan meliputi operasi katarak, prosedur LASIK, pemasangan implan lensa intraokular, pemeriksaan biometrik mata, hingga tindakan bedah pterigium.
dr. Olly Congga, Sp.M bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 09.30 WIB
- Kamis: 08.00 – 10.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 15.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

