fbpx

Mengenal Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), Syarat, hingga Risikonya

Mengenal Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), Syarat, hingga Risikonya

Banyak wanita yang bertanya-tanya: apakah bisa melahirkan normal (vaginal birth) setelah sebelumnya pernah menjalani proses persalinan Caesar? Di dalam dunia medis, hal ini dikenal dengan sebutan Vaginal Birth After Caesarean alias VBAC. Jika ingin menjalaninya, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Wanita juga harus memahami risikonya. 

Konsultasi dokter

Mengenal apa itu VBAC

Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) adalah proses melahirkan normal melalui vagina setelah sebelumnya menjalani persalinan dengan operasi Caesar. Pada operasi Caesar, dokter membuat sayatan di perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi.

Tujuan VBAC adalah memberikan kesempatan bagi ibu yang pernah Caesar untuk melahirkan normal pada kehamilan berikutnya. Namun, tidak semua kondisi aman untuk mencoba VBAC.

Beberapa faktor yang dipertimbangkan sebelum melakukan VBAC antara lain:

  • Jenis sayatan pada operasi Caesar sebelumnya dan jumlah Caesar yang pernah dijalani
  • Riwayat kesehatan ibu
  • Adanya penyakit tertentu atau kondisi medis khusus
  • Posisi janin dan bila janin memiliki kelainan medis tertentu.

Dokter kandungan akan menilai apakah VBAC aman dilakukan, sekaligus menjelaskan risiko dan manfaatnya. Berdasarkan hasil konsultasi, ibu dapat memilih untuk mencoba VBAC atau kembali menjalani operasi Caesar.

Studi menunjukkan, hingga 75% wanita yang pernah sekali Caesar berhasil melahirkan normal pada kehamilan berikutnya. Namun, peluang ini menurun menjadi sekitar 50% jika sudah menjalani dua kali atau lebih operasi Caesar.

Dalam dunia medis, VBAC sering disebut juga dengan Trial of Labor After Cesarean (TOLAC). Jika TOLAC berhasil, maka persalinan berakhir dengan VBAC. Namun bila gagal, ibu tetap akan melahirkan melalui operasi Caesar kembali. 

Baca juga: Syarat Melahirkan Normal Lagi, Pasca Operasi SC Caesar (VBAC)

Syarat VBAC

Sebelum bisa menjalani VBAC, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh ibu hamil terlebih dahulu. 

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan (OBGYN) RS Mandaya Royal Puri, dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG, menjelaskan beberapa syarat untuk bisa menjalani VBAC, yaitu:

1. Jarak kehamilan

Disarankan ada jarak minimal 1–2 tahun setelah operasi caesar terakhir. Tujuannya agar jaringan rahim memiliki waktu yang cukup untuk pulih dan kuat kembali.

2. Berat badan bayi

Menurut dr. Gracia, berat bayi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam VBAC. Idealnya, berat bayi tidak lebih dari 4 kg. Bahkan, sejumlah literatur menyarankan di bawah 3,5 kg untuk menurunkan risiko komplikasi.

3. Posisi bayi

Bayi harus berada dalam posisi normal, yaitu kepala di bawah dan menghadap jalan lahir. Bila posisi sungsang atau melintang, VBAC umumnya tidak disarankan.

4. Tanpa induksi persalinan

Proses VBAC sebaiknya berlangsung alami, tanpa bantuan obat induksi. Hal ini karena induksi dapat meningkatkan risiko robekan rahim pada bekas sayatan caesar.

5. Kondisi panggul

Panggul ibu harus cukup luas untuk memungkinkan persalinan normal. Selain itu, penyebab operasi caesar sebelumnya juga perlu dievaluasi, misalnya karena panggul sempit atau adanya plasenta previa.

Konsultasi dokter

Keunggulan VBAC dibandingkan Caesar

Melahirkan normal setelah pernah menjalani operasi Caesar atau VBAC memiliki sejumlah keuntungan bila dibandingkan dengan persalinan Caesar ulang, di antaranya:

  • Pemulihan lebih cepat: Proses penyembuhan biasanya lebih singkat dan masa rawat inap di rumah sakit lebih pendek.
  • Tanpa operasi perut: VBAC tidak memerlukan sayatan di perut, sehingga mengurangi risiko komplikasi pembedahan.
  • Risiko komplikasi lebih rendah: Risiko komplikasi seperti perdarahan hebat atau infeksi yang sering terjadi pada operasi Caesar lebih rendah. 
  • Meningkatkan kesehatan bayi: Saat melewati jalan lahir, cairan ketuban dalam paru-paru bayi lebih mudah keluar sehingga mempersiapkan pernapasan bayi setelah lahir.
  • Dukungan sistem imun bayi: Proses persalinan normal membantu bayi mendapatkan paparan bakteri baik dari jalan lahir yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuhnya.
  • Menghindari risiko operasi berulang: Misalnya seperti terbentuknya jaringan parut atau cedera pada organ di sekitar rahim.
  • Pengalaman personal: Sebagian ibu menginginkan pengalaman melahirkan secara normal sebagai bagian dari perjalanan kehamilannya.

Apa saja risiko VBAC?

Operasi Caesar meninggalkan bekas sayatan pada rahim. Saat proses persalinan normal, adanya tekanan dapat berisiko menyebabkan rahim terbuka kembali (ruptur) di area bekas sayatan tersebut. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, VBAC tetap dapat dilakukan dengan aman setelah operasi Caesar sebelumnya.

Meskipun jarang terjadi, ruptur rahim merupakan komplikasi serius yang bisa mengancam jiwa. Jika dokter menilai risiko ruptur terlalu tinggi, biasanya VBAC tidak akan dianjurkan.

Selain itu, beberapa risiko lain dari melakukan VBAC meliputi:

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Operasi Caesar darurat (yang umumnya lebih berisiko dibandingkan operasi caesar terencana).

Konsultasi dokter

Konsultasikan VBAC dengan dokter OBGYN RS Mandaya Royal Puri

Jika Anda pernah menjalani persalinan Caesar sebelumnya dan ingin melakukan persalinan normal atau VBAC di masa yang akan datang, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dr. Gracia di RS Mandaya Royal Puri. 

dr. Gracia adalah dokter spesialis kandungan dan kebidanan (OBGYN) berpengalaman yang pernah menangani VBAC.  Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum dan juga Spesialis Obstetri & Ginekologi di Universitas Sam Ratulangi. 

Ada banyak keahlian yang dimiliki oleh dr. Gracia, di antaranya:

  • Konsultasi Laktasi
  • Konsultasi KB
  • Induksi Ovulasi
  • Induksi Persalinan & Seksio Sesarea
  • Histerektomi
  • Sterilisasi
  • Laparoskopi
  • Pap Smear
  • Saline Infusion Sonohysterography (SIS)
  • LEEP Procedure.

dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes