Detak jantung seperti melompat, berdebar tidak beraturan, atau berdetak lebih cepat dari biasanya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan kekhawatiran. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan irama jantung seperti aritmia tipe atrial fibrilasi, gangguan kecemasan dan stres, hingga kebiasaan mengonsumsi kafein, alkohol, atau nikotin. Dalam beberapa kasus, sensasi detak jantung yang tidak normal juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan jantung yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
RS Mandaya Royal Puri menyediakan penanganan modern untuk keluhan detak jantung seperti melompat akibat aritmia tipe atrial fibrilasi melalui tindakan ablasi jantung dengan metode Pulsed Field Ablation (PFA). Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan aritmia, yaitu dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dengan teknologi yang dirancang untuk membantu mengembalikan irama jantung menjadi lebih normal secara lebih presisi dan minim risiko pada jaringan di sekitarnya.
Contents
Penyebab detak jantung seperti melompat
Berikut ini adalah beberapa penyebab detak jantung seperti melompat:
1. Kecemasan dan stres
Detak jantung seperti melompat sering kali dipicu oleh faktor non-jantung, salah satunya kecemasan dan stres. Saat seseorang merasa gugup, panik, atau terlalu tegang, tubuh akan melepaskan hormon stres yang dapat memengaruhi irama jantung. Kondisi ini bisa menjadi siklus berulang, karena detak jantung yang tidak nyaman justru memicu rasa cemas yang lebih besar. Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan, meditasi, yoga, atau tai chi dapat membantu meredakan keluhan ini.
2. Konsumsi kafein, alkohol, nikotin, dan obat-obatan tertentu
Zat yang masuk ke dalam tubuh juga berperan besar dalam memicu jantung berdebar atau terasa melompat. Kafein, alkohol, dan nikotin diketahui dapat meningkatkan frekuensi gangguan irama jantung pada sebagian orang. Selain itu, beberapa obat, baik obat bebas seperti obat flu dan pelangsing, maupun obat resep tertentu seperti obat asma, juga dapat memicu palpitasi. Mengidentifikasi dan mengurangi pemicu dari gaya hidup sehari-hari sering kali menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi keluhan.
3. Aritmia tipe atrial fibrilasi
Atrial fibrilasi merupakan salah satu penyebab medis tersering dari detak jantung yang terasa tidak beraturan. Pada kondisi ini, ruang jantung bagian atas berdetak tidak sinkron sehingga irama jantung menjadi cepat dan tidak teratur. Atrial fibrilasi lebih sering terjadi pada usia lanjut serta pada penderita tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, atau penyakit kronis lainnya. Selain jantung berdebar, gejala lain yang dapat muncul meliputi mudah lelah, pusing, sesak napas, dan nyeri dada, serta meningkatkan risiko stroke bila tidak ditangani.
4. Penyakit Jantung
Berbagai jenis penyakit jantung juga dapat menyebabkan sensasi detak jantung seperti melompat. Gangguan pada katup jantung, otot jantung, maupun pembuluh darah koroner dapat memicu irama jantung yang tidak normal. Salah satu contohnya adalah mitral valve prolapse, yang cukup sering menimbulkan palpitasi. Untuk memastikan penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan seperti elektrokardiogram, ekokardiografi, atau tes jantung lainnya sesuai kebutuhan.
5. Kelenjar tiroid terlalu aktif
Kadar hormon tiroid yang berlebihan dapat mempercepat metabolisme tubuh, termasuk meningkatkan denyut jantung sehingga menimbulkan palpitasi. Kondisi yang dikenal sebagai hipertiroidisme ini relatif mudah didiagnosis melalui pemeriksaan darah. Dengan pengobatan yang tepat, kadar hormon tiroid dapat dikontrol sehingga keluhan detak jantung yang tidak normal pun dapat berkurang.
Penanganan detak jantung seperti melompat akibat atrial fibrilasi di RS Mandaya Puri
Ablasi jantung dengan metode PFA merupakan teknologi terkini untuk menangani aritmia tipe atrial fibrilasi dengan menggunakan energi listrik yang ditargetkan langsung pada sumber gangguan sistem kelistrikan jantung. Metode ini dirancang untuk memperbaiki area pemicu irama jantung tidak teratur secara lebih presisi dan efektif.
Pada atrial fibrilasi, gangguan irama jantung dapat berasal dari beberapa titik sekaligus. Pada metode ablasi konvensional, baik 2D maupun 3D, penanganan dilakukan satu per satu menggunakan kateter single point. Sementara itu, metode PFA menggunakan kateter multipoint yang mampu menangani hingga lima titik dalam satu waktu, sehingga durasi tindakan menjadi lebih singkat. Jika ablasi metode lain dapat memakan waktu hingga sekitar empat jam, prosedur PFA umumnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam.
Keunggulan ablasi jantung metode PFA antara lain:
- Durasi prosedur lebih singkat, rata-rata sekitar 2 jam
- Waktu anestesi atau pembiusan lebih minimal
- Lebih aman bagi jaringan sekitar karena tidak menggunakan energi panas maupun dingin
- Masa pemulihan relatif lebih cepat
- Hasil terapi dapat bertahan lebih lama dibandingkan metode ablasi konvensional.
Ablasi jantung metode PFA di RS Mandaya Puri, dikerjakan dokter ahli aritmia


Tindakan ablasi jantung dengan metode Pulsed Field Ablation (PFA) di Mandaya Royal Hospital Puri ditangani oleh dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi aritmia. Beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan dan forum ilmiah internasional untuk terus memperbarui keilmuan dan keterampilan dalam penanganan gangguan irama jantung.
Salah satu kegiatan ilmiah yang pernah diikuti adalah 10th Annual Scientific Meeting (ASM) Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) yang diselenggarakan pada 17–19 Agustus 2023 di Jakarta, di mana dr. Sebastian mempresentasikan topik berjudul “Successful Ablation of Scar-related Ventricular Tachycardia using Decremental Evoked Potential Mapping in Patient with Ischemic Cardiomyopathy”. Pengalaman akademik ini memperkuat kompetensi beliau dalam menangani berbagai kasus aritmia kompleks.
dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai ablasi jantung metode PFA atau mempertimbangkan prosedur ini sebagai pilihan terapi, Mandaya Royal Hospital Puri membuka layanan konsultasi dengan tim dokter spesialis jantung. Selain PFA, tersedia pula penanganan ablasi radiofrekuensi 2D dan 3D yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

