{"id":26495,"date":"2024-06-18T18:55:03","date_gmt":"2024-06-18T11:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?p=26495"},"modified":"2024-06-18T18:55:03","modified_gmt":"2024-06-18T11:55:03","slug":"penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/","title":{"rendered":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu komplikasi yang paling menakutkan dari <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/mengenal-diabetes-melitus\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">diabetes melitus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah amputasi. Biasanya, kondisi ini terjadi jika pasien diabetes memiliki luka yang tidak kunjung sembuh dan infeksi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar infeksi tidak menyebar, mau tidak mau, dokter harus mengamputasi bagian tubuh yang bermasalah, biasanya kaki, agar infeksi tidak menyebar. Padahal, dengan perawatan yang tepat, amputasi bisa dihindari.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_71 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-light-blue ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Contents<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d626f3ab71e\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d626f3ab71e\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#Penyebab_luka_diabetes_sulit_sembuh\" title=\"Penyebab luka diabetes sulit sembuh\">Penyebab luka diabetes sulit sembuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#Perawatan_luka_diabetes\" title=\"Perawatan luka diabetes\">Perawatan luka diabetes<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#Tindakan_medis_untuk_menangani_luka\" title=\"Tindakan medis untuk menangani luka\">Tindakan medis untuk menangani luka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#Cara_mencegah_luka\" title=\"Cara mencegah luka\u00a0\">Cara mencegah luka\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_luka_diabetes_sulit_sembuh\"><\/span><strong>Penyebab luka diabetes sulit sembuh<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luka yang sulit sembuh adalah salah satu gejala diabetes yang juga umum muncul. Terutama jika kadar gula sudah sangat tinggi dalam waktu yang cukup panjang. Pada pengidap diabetes, luka seringnya muncul di bagian kaki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luka tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hilang atau menurunnya sensitivitas saraf di kaki<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/diabetes-mungkin-sudah-mulai-merusak-pembuluh-darah-anda-tanpa-anda-ketahui-apa-tanda-tandanya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sirkulasi darah yang buruk<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> akibat kadar glukosa darah yang tinggi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iritasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deformitas atau perubahan bentuk kaki<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang diabetes yang sudah mengalami komplikasi berupa neuropati juga sangat mungkin mengalami luka di kaki tanpa ia sadari. Hal ini terjadi karena saraf di kaki kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit sehingga tidak menyadari adanya luka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi juga membuat luka sulit sembuh. Ini disebabkan karena distribusi nutrisi dan oksigen yang berperan untuk penyembuhan luka jadi terhambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, masalah sistem imun yang kurang baik pada pasien diabetes dan peradangan yang meningkat di sel-sel tubuh juga membuat proses penyembuhan luka pada orang diabetes jadi lebih sulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Lihat Juga: Pengobatan Luka Kaki Diabetes &#8211; dr. Suci Indriani, Sp.JP (K)<\/b><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/YydUAeyFUkI?si=MHNV3KMhxU_VaFt6\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan_luka_diabetes\"><\/span><strong>Perawatan luka diabetes<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang sering membedakan diabetes menjadi diabetes basah dan diabetes kering. Sebenarnya, istilah ini merujuk pada kondisi luka yang dialami oleh orang diabetes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes kering menandakan diabetes yang tidak disertai luka atau luka yang telah berangsur sembuh. Sementara, diabetes basah merujuk pada kondisi adanya luka baru yang belum sembuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibiarkan, luka di kulit bisa meluas dan menyebabkan infeksi, hingga akhirnya berujung amputasi. Tujuan utama <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/tips-merawat-kaki-penyandang-diabetes\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan luka diabetes<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah mengobatinya secepat mungkin. Semakin cepat penyembuhan, semakin kecil pula risiko infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah langkah perawatan luka diabetes untuk menjaganya tetap bersih dan mencegah infeksi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menangani luka<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuci luka diabetes dengan air mengalir atau larutan garam steril<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengoleskan salep dari dokter jika diperlukan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menutup luka dengan perban steril\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa perban mungkin mengandung obat, sementara perban jenis lainnya berfungsi sebagai penutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perban yang basah mengandung obat yang dapat membantu proses penyembuhan. Saat perban mengering dan Anda mencabutnya, beberapa jaringan mati juga dapat ikut menempel di perban. Cara ini juga berguna untuk membersihkan luka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memiliki luka di kaki, pengidap diabetes harus membersihkan dan mengganti perbannya setiap hari. Biasanya, dokter akan mengajarkan cara merawat luka diabetes, termasuk seberapa sering harus mengganti perban.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain cara di atas, mengendalikan kadar gula darah normal adalah cara utama dalam menyembuhkan dan mencegah munculnya luka pada pengidap diabetes. Kadar gula darah yang terkontrol akan membantu proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><strong>Lihat Juga: Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk Diabetes di Mandaya<\/strong><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-25891\" src=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/dr.-Johanes-Purwoto-Sp.PD-KEMD.webp\" alt=\"\" width=\"257\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/dr.-Johanes-Purwoto-Sp.PD-KEMD.webp 257w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/dr.-Johanes-Purwoto-Sp.PD-KEMD-21x24.webp 21w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/dr.-Johanes-Purwoto-Sp.PD-KEMD-31x36.webp 31w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/dr.-Johanes-Purwoto-Sp.PD-KEMD-41x48.webp 41w\" sizes=\"(max-width: 257px) 100vw, 257px\" \/> <img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-26501\" src=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes.png\" alt=\"\" width=\"877\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes.png 877w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes-300x75.png 300w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes-768x193.png 768w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes-24x6.png 24w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes-36x9.png 36w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/jadwal-dr-johanes-48x12.png 48w\" sizes=\"(max-width: 877px) 100vw, 877px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tindakan_medis_untuk_menangani_luka\"><\/span><strong>Tindakan medis untuk menangani luka<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perawatan luka di atas tidak mampu mencegah infeksi atau bahkan memperburuk kondisi luka, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa prosedur medis.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Debridement<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: tindakan mengangkat dan membersihkan jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi agar jaringan yang sehat bisa pulih lebih cepat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Revaskularisasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: tindakan memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat sehingga aliran darah yang kaya nutrisi dapat menuju area luka untuk penyembuhan. Cara ini dapat mencegah amputasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Off-loading<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: tindakan mengurangi tekanan pada area luka. Cara ini bisa dilakukan dengan prosedur bedah ataupun non-bedah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Oksigen hiperbarik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: terapi pemberian oksigen murni pada pasien di ruangan khusus bertekanan tinggi. Suplai oksigen murni diharapkan dapat terserap ke aliran darah dan mampu membantu penyembuhan luka di kaki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Amputasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: merupakan pilihan terakhir dengan memotong jaringan dan tulang kaki yang bermasalah untuk mencegah infeksi meluas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cepat lambatnya luka diabetes sembuh sangat tergantung dari beragam faktor, mulai dari ukuran luka, lokasi, kondisi luka, obat-obatan, metode yang digunakan, dan kadar gula darah. Penyembuhan luka diabetes bisa memakan waktu mingguan hingga bulanan.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/silent-heart-attack-in-diabetes-patient\/\"><b>Waspada <\/b><b><i>Silent Heart Attack <\/i><\/b><b>pada Pasien Diabetes<\/b><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_mencegah_luka\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Cara mencegah luka<\/strong>\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat luka pada orang diabetes lebih sulit disembuhkan dibandingkan mereka yang punya kadar gula darah normal, mencegah selalu jadi pilihan lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah luka diabetes:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksa kondisi kaki setiap hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuci kaki setiap hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari berjalan tanpa alas kaki<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan memotong kuku terlalu pendek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan sepatu yang pas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksa bagian dalam sepatu sebelum mengenakannya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengeringkan kaki sebelum menggunakan pelembap<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain langkah praktis di atas, berikut adalah beberapa cara mencegah luka diabetes, sekaligus membantu pemulihan diabetes:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menjaga kadar gula darah dalam batas normal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kadar gula darah yang terkontrol dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti neuropati yang meningkatkan risiko luka diabetes.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rutin berolahraga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Olahraga dan aktif bergerak dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah jadi lebih terkontrol. Pastikan memilih alas kaki yang tepat untuk mencegah luka pada kaki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Berhenti merokok<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Zat berbahaya dalam rokok dapat membuat sirkulasi darah dan oksigen terhambat.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Lihat Juga: Kisah Pasien Diabetes Jalani Pemasangan Stent untuk Cegah Amputasi Kaki<\/strong><\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" style=\"background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C5w6x08Pbtt\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\">\n<div style=\"padding: 16px;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;\"><\/div>\n<div style=\"padding-top: 8px;\">\n<div style=\"color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;\">View this post on Instagram<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\">\n<div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: 8px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: auto;\">\n<div style=\"width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;\"><a style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C5w6x08Pbtt\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by Mandaya Royal Hospital Puri (@mandayaroyalhospitalpuri)<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat memiliki luka diabetes, pastikan Anda selalu memperhatikan kondisinya. Segera ke dokter jika Anda menemukan tanda-tanda infeksi, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemerahan dan hangat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bengkak di area luka<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cairan luka yang sangat banyak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muncul nanah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luka berbau tidak sedap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam atau menggigil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa nyeri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luka yang terasa lebih keras<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencegah luka diabetes, Anda sebaiknya melakukan kontrol secara rutin ke <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/dokter\/dr-johanes-purwoto-sppd-kemd\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Memastikan kadar gula darah terpantau baik bisa mencegah komplikasi, termasuk amputasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa mengunjungi dan berkonsultasi dengan ahli diabetes terbaik di <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/klinik\/diabetes-thyroid-diabetes-tiroid\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Endocrine &amp; Thyroid Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> RS Mandaya Royal. Untuk mempermudah buat janji, Anda bisa langsung <\/span><a href=\"https:\/\/wa.link\/q7fb69\"><span style=\"font-weight: 400;\">Chat melalui Whatsapp<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/find-a-doctor\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Book Appointment<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, atau download <\/span><a href=\"https:\/\/caredokter.com\/download\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">aplikasi Care Dokter<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Google Play dan App Store.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21845\" src=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"218\" srcset=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded.jpg 600w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded-300x109.jpg 300w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded-24x9.jpg 24w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded-36x13.jpg 36w, https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/CARE-DOKTER-BAWAH-ronded-48x17.jpg 48w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu komplikasi yang paling menakutkan dari diabetes melitus adalah amputasi. Biasanya, kondisi ini terjadi jika pasien diabetes memiliki luka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26499,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[1062],"class_list":["post-26495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-poli-penyakit-dalam","spesialis-penyakit-dalam","spesialis-penyakit-dalam-sub-endokrin-metabolik-diabetes"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mandaya Hospital Group\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T11:55:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mandaya\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mandaya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mandaya\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/person\/18b1f19330f7084d429d461697c04301\"},\"headline\":\"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat\",\"datePublished\":\"2024-06-18T11:55:03+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-18T11:55:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\"},\"wordCount\":956,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg\",\"keywords\":[\"Poli Penyakit Dalam\"],\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\",\"name\":\"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-18T11:55:03+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-18T11:55:03+00:00\",\"description\":\"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/\",\"name\":\"Mandaya Hospital Group\",\"description\":\"A Hospital Like No Other\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization\",\"name\":\"Mandaya Hospital Group\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png\",\"width\":300,\"height\":82,\"caption\":\"Mandaya Hospital Group\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/person\/18b1f19330f7084d429d461697c04301\",\"name\":\"Mandaya\",\"sameAs\":[\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\"],\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/author\/mhgnew\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat","description":"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat","og_description":"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.","og_url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/","og_site_name":"Mandaya Hospital Group","article_published_time":"2024-06-18T11:55:03+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mandaya","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mandaya","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/"},"author":{"name":"Mandaya","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/person\/18b1f19330f7084d429d461697c04301"},"headline":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat","datePublished":"2024-06-18T11:55:03+00:00","dateModified":"2024-06-18T11:55:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/"},"wordCount":956,"publisher":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","keywords":["Poli Penyakit Dalam"],"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/","name":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","datePublished":"2024-06-18T11:55:03+00:00","dateModified":"2024-06-18T11:55:03+00:00","description":"Luka diabetes yang tidak diobati dengan benar bisa berujung pada amputasi. Memahami penyebab dan perawatan luka yang tepat bisa membantu mencegah amputasi pada orang diabetes.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","contentUrl":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/penyebab-luka-diabetes-sulit-sembuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Perawatan yang Tepat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/","name":"Mandaya Hospital Group","description":"A Hospital Like No Other","publisher":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization","name":"Mandaya Hospital Group","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png","contentUrl":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png","width":300,"height":82,"caption":"Mandaya Hospital Group"},"image":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/person\/18b1f19330f7084d429d461697c04301","name":"Mandaya","sameAs":["https:\/\/mandayahospitalgroup.com"],"url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/author\/mhgnew\/"}]}},"featured_image_src":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/kaki-diabetes.jpg","category_names":["Artikel"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-15 16:59:15","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26503,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26495\/revisions\/26503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}