{"id":27628,"date":"2024-07-13T11:04:26","date_gmt":"2024-07-13T04:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?post_type=cnt&#038;p=27628"},"modified":"2024-07-13T11:04:55","modified_gmt":"2024-07-13T04:04:55","slug":"diabetes-insipidus","status":"publish","type":"cnt","link":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/","title":{"rendered":"Diabetes Insipidus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan cairan tubuh tidak seimbang sehingga membuat produksi urine jadi lebih banyak. Orang yang mengalami diabetes insipidus biasanya akan merasa sering kencing dan sangat haus, mirip dengan gejala <\/span><a href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/condition-treatment\/mengenal-diabetes-melitus\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">diabetes melitus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, diabetes insipidus dan diabetes melitus adalah dua kondisi yang berbeda dan sama sekali tidak berhubungan walau punya kemiripan nama. Apa yang menyebabkan diabetes insipidus?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Apa itu diabetes insipidus?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan Anda sering buang air kecil dan merasa sering haus, sekalipun baru saja minum. Hal ini terjadi karena tubuh memproduksi terlalu banyak urine.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Normalnya, seseorang akan mengeluarkan urine sebanyak 1-3 liter. Akan tetapi, dalam kasus yang berat, orang yang mengalami diabetes insipidus bisa buang air kecil hingga 20 liter setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau punya nama yang mirip dan gejala yang sama, diabetes insipidus dan diabetes melitus adalah dua kondisi yang berbeda dan tidak berhubungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan utama antara penyakit diabetes melitus dan diabetes insipidus adalah penyebab yang mendasarinya. Diabetes melitus sering kali disebabkan oleh masalah hormon insulin, yang berakibat pada naiknya kadar gula darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, diabetes insipidus sering kali disebabkan oleh adanya gangguan hormon antidiuretik. Jadi, mereka sering kali memiliki kadar gula darah yang normal, tapi ginjalnya tidak dapat memproses urine seperti seharusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, diabetes insipidus termasuk kondisi yang jarang terjadi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Gejala diabetes insipidus<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes insipidus dan diabetes melitus memiliki gejala yang serupa. Gejala paling khas dari diabetes insipidus adalah sering buang air kecil (poliuria) dan sering haus (polidipsia).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah beberapa gejala diabetes insipidus yang mungkin terjadi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering buang air kecil, setiap 15-20 menit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terbangun pada waktu malam untuk buang air kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Urine berwarna bening<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa sangat haus sekalipun baru saja minum<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelelahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah tersinggung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit berkonsentrasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa pusing dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">keliyengan<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut, bibir, dan mata terasa kering<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mual atau muntah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pingsan\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk anak-anak dan bayi yang belum bisa mengungkapkan, orangtua mungkin bisa kesulitan mengetahui kondisi sang anak. Maka itu, berikut ini beberapa gejala diabetes insipidus pada anak yang bisa orangtua waspadai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rewel dan sering menangis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Popok yang sering basah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengompol\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa sangat haus dan sering menginginkan air dingin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan berat badan tanpa sebab<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan terhambat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sembelit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah tidur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan nafsu makan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski mengompol adalah salah satu tanda gejala diabetes insipidus pada anak, kebanyakan kasus mengompol biasanya tidak menandakan diabetes insipidus.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Penyebab diabetes insipidus<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab utama dari diabetes insipidus adalah adanya gangguan hormon antidiuretik (ADH) atau disebut juga vasopressin. Hal ini dapat terjadi akibat masalah produksi yang terganggu atau cara tubuh merespons hormon antidiuretik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Normalnya, cairan tubuh akan disaring di ginjal untuk dipisahkan antara limbah dan cairan yang berguna bagi tubuh. Setelah selesai difilter, hormon antidiuretik akan mengembalikan cairan di ginjal kembali ke aliran darah. Proses inilah yang terganggu pada orang pasien diabetes insipidus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa jenis diabetes insipidus yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Diabetes insipidus sentral<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon ADH diproduksi di bagian otak, yaitu hipotalamus. Nantinya, hormon ini akan disimpan di kelenjar pituitari. Adanya kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari akan memengaruhi produksi, penyimpanan, dan pelepasan hormon antidiuretik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini kemudian akan memengaruhi cara tubuh dalam memproduksi urine.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan hipotalamus dan kelenjar pituitari, seperti tumor, cedera kepala, penyakit tertentu, atau efek samping operasi kepala.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Diabetes insipidus nefrogenik<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang memiliki diabetes insipidus nefrogenik memproduksi hormon antidiuretik yang cukup. Akan tetapi, ginjal tidak dapat merespons sebagaimana mestinya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, cairan di ginjal tidak dapat kembali ke aliran darah, malah terbuang lewat urine.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hal yang dapat menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Obat-obatan tertentu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kadar kalium yang rendah dalam darah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam darah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saluran kencing tersumbat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mutasi genetik yang diturunkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ginjal kronis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>3. Diabetes insipidus dipsogenik<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes insipidus dipsogenik juga terjadi akibat adanya masalah pada hipotalamus, tapi bukan pada produksi hormon antidiuretik. Masalah terjadi pada pusat pengaturan rasa haus di otak sehingga membuat Anda merasa sangat haus dan minum terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, Anda juga jadi lebih sering buang air kecil. Beberapa penyebabnya, antara lain kerusakan hipotalamus akibat operasi, infeksi, peradangan, tumor, gangguan mental, dan cedera kepala.<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Diabetes insipidus gestasional<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes insipidus gestasional adalah kondisi yang terjadi selama kehamilan, dan biasanya bersifat sementara. Kondisi ini terjadi ketika plasenta memproduksi terlalu banyak enzim yang memecah hormon antidiuretik.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Faktor risiko diabetes insipidus<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko diabetes insipidus akan meningkat pada orang dengan kondisi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minum obat-obatan tertentu, seperti diuretik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kadar kalsium yang tinggi atau kadar kalium yang rendah dalam darah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah mengalami cedera kepala atau operasi otak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Punya anggota keluarga yang mengalami diabetes insipidus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah mengalami diabetes insipidus pada kehamilan sebelumnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Diagnosis diabetes insipidus<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendiagnosis diabetes insipidus, ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Urinalisis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Bertujuan untuk melihat apakah urine terlalu encer atau pekat. Sekaligus untuk mengetahui apakah sering buang air kecil yang Anda alami disebabkan oleh diabetes melitus atau bukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pemeriksaan darah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk melihat kadar mineral dalam darah substansi lain yang mungkin menandakan diabetes insipidus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tes deprivasi air<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemeriksaan yang akan meminta Anda untuk tidak mengonsumsi cairan apa pun selama beberapa jam dan melihat jumlah urine yang dihasilkan. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah Anda memiliki diabetes insipidus atau tidak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Tes hormon antidiuretik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemeriksaan ini dilakukan setelah tes deprivasi air. Nantinya, dokter akan memberikan vasopressin (ADH) dosis rendah lewat injeksi untuk melihat respons tubuh terhadap hormon dan menentukan jenis diabetes insipidus<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan cairan tubuh tidak seimbang sehingga membuat produksi urine jadi lebih banyak. Orang yang mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"template":"","tags":[1062],"class_list":["post-27628","cnt","type-cnt","status-publish","hentry","tag-poli-penyakit-dalam","spesialis-penyakit-dalam-sub-endokrin-metabolik-diabetes","alfabet-mhg-d"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mandaya Hospital Group\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-13T04:04:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/\",\"name\":\"Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-07-13T04:04:26+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-13T04:04:55+00:00\",\"description\":\"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Conditions And Treatments\",\"item\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Diabetes Insipidus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/\",\"name\":\"Mandaya Hospital Group\",\"description\":\"A Hospital Like No Other\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization\",\"name\":\"Mandaya Hospital Group\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png\",\"width\":300,\"height\":82,\"caption\":\"Mandaya Hospital Group\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group","description":"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group","og_description":"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?","og_url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/","og_site_name":"Mandaya Hospital Group","article_modified_time":"2024-07-13T04:04:55+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/","name":"Diabetes Insipidus - Mandaya Hospital Group","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website"},"datePublished":"2024-07-13T04:04:26+00:00","dateModified":"2024-07-13T04:04:55+00:00","description":"Diabetes insipidus adalah kondisi yang sangat berbeda dengan diabetes melitus walau sama-sama menyebabkan sering haus dan sering buang air kecil. Apa penyebabnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/diabetes-insipidus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Conditions And Treatments","item":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/condition-treatment\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Diabetes Insipidus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#website","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/","name":"Mandaya Hospital Group","description":"A Hospital Like No Other","publisher":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#organization","name":"Mandaya Hospital Group","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png","contentUrl":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-m.png","width":300,"height":82,"caption":"Mandaya Hospital Group"},"image":{"@id":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/cnt\/27628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/cnt"}],"about":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/cnt"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mandayahospitalgroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}